Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Ikut Andil Petakan Trase hingga Kesiapan Lahan Untuk Reaktivasi Jalur Kereta Bondowoso Situbondo

Faqih Humaini • Senin, 16 Februari 2026 | 15:15 WIB
MASIH MANGKRAK: Kondisi jalur kereta Bondowoso yang belum sepenuhnya dilakukan sterilisasi hingga saat ini. Sedangkan rencana reaktivasi jalur kereta sudah dibocorkan oleh DJKA.
MASIH MANGKRAK: Kondisi jalur kereta Bondowoso yang belum sepenuhnya dilakukan sterilisasi hingga saat ini. Sedangkan rencana reaktivasi jalur kereta sudah dibocorkan oleh DJKA.

Radar Ijen - Reaktivasi jalur kereta api Kalisat - Bondowoso - Panarukan memasuki tahap teknis dan tindak lanjut setelah tiga kepala daerah di Tapal Kuda menyepakati percepatan proyek tersebut.

Pemerintah kabupaten kini mulai memetakan kebutuhan lapangan, mulai dari kondisi rel lama, trase yang hilang, hingga kesiapan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan digunakan kembali.

Kesepakatan antara Muhammad Fawait (Bupati Jember) , Abdul Hamid Wahid (Bupati Bondowowo),  dan Yusuf Rio Wahyu Prayogo (Bupati Situbondo) di bulan Oktober lalu, ditindaklanjuti dengan koordinasi teknis antarperangkat daerah serta komunikasi intens dengan pemerintah pusat dan balai perkeretaapian.

Fokus awal diarahkan pada verifikasi trase sepanjang sekitar 79 kilometer yang melintasi wilayah padat penduduk hingga kawasan perkebunan.

Sekretaris Daerah Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, inventarisasi lapangan menjadi langkah krusial sebelum proyek masuk tahap konstruksi.

Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan titik rel lama yang masih bisa digunakan, bagian yang harus dibangun ulang, serta kebutuhan jembatan dan drainase pendukung jalur.

"Meski menjadi kewenangan pusat, kami tidak lepas tangan dan ikut andil segala persiapannya," katanya.

Menurutnya, sebagian besar jalur lama masih dapat diidentifikasi, meski banyak segmen yang tertutup bangunan warga atau berubah fungsi menjadi jalan desa.

"Karena itu, pemerintah daerah menyiapkan skema penataan ruang dan solusi relokasi terbatas apabila diperlukan, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif," ungkapnya.

Selain persoalan lahan, kesiapan infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian.

Pemerintah daerah mulai menghitung kebutuhan stasiun, halte, jalur persilangan, hingga fasilitas bongkar muat logistik yang diproyeksikan mendukung distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan industri dari wilayah pedalaman ke pelabuhan utara.

Fathur menegaskan, reaktivasi jalur ini tidak hanya berorientasi pada transportasi penumpang, tetapi juga angkutan barang skala besar.

Moda rel dinilai mampu menekan biaya logistik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas truk di jalur pantura yang selama ini menjadi urat nadi distribusi kawasan.

Editor : M. Ainul Budi
#fawait #Abdul Hamid #sekda #reaktivasi #Yusuf Rio Wahyu Prayogo #situbondo #jalur kereta #Bondowoso