Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Reaktivasi Jalur Bondowoso Panarukan, PT KAI Daop 9 Jember Malah Belum Dapat Detail Teknisnya?

Faqih Humaini • Senin, 16 Februari 2026 | 11:15 WIB
JADI FAVORIT: Kereta api masih menjadi angkutan umum favorit pilihan masyarakat. (YULIO/RJ)
JADI FAVORIT: Kereta api masih menjadi angkutan umum favorit pilihan masyarakat. (YULIO/RJ)

Radar Ijen — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mulai melakukan pemetaan (mapping) dan inventarisasi terhadap jalur kereta api nonaktif Kalisat–Bondowoso–Panarukan.

Langkah awal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap rencana pemerintah pusat untuk mereaktivasi lintas bersejarah tersebut dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional.

Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyampaikan bahwa jalur yang telah lama tidak beroperasi itu kini masuk dalam kajian strategis pemerintah.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu arahan resmi terkait tahapan lanjutan program.

“Saya belum bisa banyak bicara karena ini merupakan program pemerintah pusat. Yang jelas, PT KAI sangat mendukung rencana reaktivasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Cahyo, proses pemetaan dan inventarisasi difokuskan pada kondisi fisik jalur, status aset, serta potensi hambatan di lapangan.

Jalur nonaktif tersebut melintasi tiga kabupaten di kawasan Tapal Kuda, yakni Jember, Bondowoso, dan Situbondo.

“Kami sudah mulai melakukan mapping dan inventarisasi jalur nonaktif di tiga wilayah tersebut sebagai persiapan awal,” ungkapnya.

Inventarisasi ini mencakup penelusuran trase rel lama, kondisi lahan, keberadaan bangunan di atas aset perkeretaapian, hingga kemungkinan kebutuhan rekonstruksi infrastruktur.

Data tersebut akan menjadi dasar penting dalam menentukan kelayakan teknis serta besaran investasi apabila proyek reaktivasi direalisasikan.

Namun hingga saat ini, KAI Daop 9 belum menerima kepastian mengenai jadwal pelaksanaan maupun detail teknis pembangunan kembali jalur tersebut. “Untuk tugas teknis lanjutan, kami masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat dan instansi terkait,” kata Cahyo.

Meski masih pada tahap awal, KAI menegaskan kesiapan penuh untuk mendukung program strategis tersebut.

Reaktivasi lintas Kalisat–Bondowoso–Panarukan dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Jawa Timur bagian timur, khususnya kawasan Tapal Kuda yang selama ini mengandalkan transportasi jalan.

Selain mempercepat mobilitas penumpang dan distribusi barang, kehadiran kembali kereta api juga diyakini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka akses kawasan industri dan pariwisata, serta mengurangi beban lalu lintas darat.

“Pada prinsipnya, kami siap mendukung kebijakan pemerintah untuk menghidupkan kembali jalur transportasi rel di wilayah ini,” pungkasnya. (faq)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #rel #reaktivasi #PT KAI #situbondo #panarukan #Bondowoso #daop 9