radar jember - Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya memastikan telah menuntaskan Survei Identifikasi Desain (SID) sebagai langkah awal menghidupkan kembali lintasan legendaris tersebut.
Kepala BTP Surabaya, Denny Michels Adlan, menyampaikan bahwa survei dilakukan usai masa posko Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Tim teknis turun langsung memetakan kondisi riil jalur dari Kalisat hingga Bondowoso untuk mengetahui tingkat kesiapan dan tantangan di lapangan.
“Kami sudah melaksanakan survei dan memetakan keseluruhan jalur. Ini menjadi fondasi awal untuk menentukan langkah berikutnya,” ujar Denny saat menerima kunjungan Komisi III DPRD Bondowoso.
Menurutnya, reaktivasi jalur ini bukan perkara sederhana.
Selain membutuhkan perencanaan teknis matang, kondisi eksisting di lapangan juga menjadi perhatian serius.
Selama lebih dari dua dekade tidak beroperasi, sebagian trase rel dilaporkan telah beralih fungsi dan tidak lagi steril.
Karena itu, BTP Surabaya menilai dukungan pemerintah daerah sangat krusial, terutama untuk menyiapkan studi awal dan penanganan aspek lahan.
“Dorongan dari DPRD maupun Pemkab Bondowoso sangat kami perlukan, karena ada sejumlah titik yang lahannya sudah berubah,” tegasnya.
Denny menambahkan, jalur Kalisat–Panarukan sebenarnya telah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dengan skema investasi.
Hal ini membuka peluang pendanaan melalui kolaborasi lintas pihak. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi