DABASAH, Radar Ijen - Kepastian jam belajar selama Ramadan 1447 Hijriah belum sepenuhnya final. Dinas Pendidikan (Disdik) Bondowoso memastikan akan ada penyesuaian, namun detail jam masuk dan pulang sekolah masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat.
Kepala Disdik Bondowoso Taufan Restuanto menegaskan, perubahan jam belajar saat Ramadan bukan hal baru. Kebijakan tersebut rutin diberlakukan setiap tahun. Hanya saja, skema teknisnya bergantung pada surat edaran kementerian.
“Ketentuannya masih nunggu dari pemerintah pusat. Jam-jamnya itu kan yang menentukan dari kementerian. Tapi yang jelas pasti ada penyesuaian,” ujarnya.
Menurut Taufan, kebijakan biasanya tertuang dalam surat edaran Kementerian Pendidikan yang juga disinkronkan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Daerah tidak bisa menetapkan sendiri tanpa dasar regulasi dari pusat.
“Biasanya dalam bentuk surat edaran dari kementerian. Kan itu ada dari kementerian pendidikan, kemudian ada dari Kemenpan juga,” katanya.
Artinya, untuk sementara sekolah-sekolah di Bondowoso masih menunggu kepastian teknis. Setelah surat resmi diterbitkan, barulah Disdik menyusun langkah operasional di tingkat kabupaten dan satuan pendidikan.
“Nanti setelah ada kebijakan dari pemerintah pusat, langkah-langkah operasionalnya adalah dari pemerintah kabupaten,” tuturnya.
Meski jam belajar nantinya dipangkas atau disesuaikan, Disdik mengingatkan agar semangat siswa tidak ikut berkurang.
Ramadan, kata Taufan, bukan alasan untuk menurunkan kualitas pembelajaran.
“Puasa itu tidak menghalangi siswa untuk tetap belajar. Karena belajar itu juga bagian daripada ibadah,” tegasnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, penyesuaian jam belajar umumnya dilakukan dengan memajukan waktu masuk dan mempersingkat durasi pembelajaran.
Namun, skema final tahun ini masih menunggu keputusan pusat. Bagi siswa dan orang tua, kepastian ini penting agar bisa menyesuaikan ritme harian selama bulan puasa. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi