SUKOREJO, Radar Ijen - Di lereng Gunung Raung, suara tawa anak-anak berpadu dengan semilir angin pegunungan. Tangan-tangan kecil itu menanam bibit pohon, seolah sedang menanam masa depan Bondowoso.
Puluhan siswa taman kanak-kanak dan sekolah dasar di Sumberwringin, Bondowoso, turun langsung ke kawasan hutan Perak 29A, RPH Sukorejo BKPH Sukosari KPH Bondowoso, Rabu (11/26).
Mereka ambil bagian dalam aksi penghijauan bertajuk Sedekah Oksigen, dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI ke-80.
Bukan sekadar seremoni. Anak-anak itu benar-benar mencangkul tanah, menata bibit, lalu menimbunnya dengan hati-hati.
Ketua PWI Bondowoso, Sinca Ari Pangistu, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan. "Kami memilih kegiatan semacam ini sebagai bentuk kepedulian pada alam dan lingkungan," katanya.
Mengusung tagline Tanam Satu Pohon, Wariskan Sejuta Oksigen, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur.
Mulai dari jajaran Pemkab Bondowoso yang dipimpin Sekretaris Daerah, Polres, Kodim, organisasi kemasyarakatan, relawan, hingga Perhutani sebagai pemangku kawasan hutan.
Perempuan yang akrab disapa Ocha itu, juga menyebut pelibatan anak-anak menjadi simbol bahwa menjaga alam bukan tugas satu pihak.
Kepedulian itu harus ditanamkan sejak dini. "Kami ingin berbuat lebih banyak pada alam dan lingkungan. Karena kelestarian alam menjadi tanggung jawab kita semua," tandasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi