Pemilik LBH Abu Nawas, Nurul Jamal Habaib, menegaskan bahwa kegiatan yang digelar bersama sejumlah pihak ini pada dasarnya hanya bersifat seremonial, sementara esensi utamanya adalah kerja nyata yang telah berjalan jauh sebelum acara tersebut dilaksanakan.
Menurut Nurul Jamal, inisiatif ini lahir dari pengalaman langsung melihat kondisi masyarakat pelosok yang masih kesulitan mengakses jaringan internet.
Ia menilai, menunggu program besar dengan anggaran besar kerap memakan waktu panjang, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi bersifat mendesak dan nyata.
“Atas dasar itu, kami memilih bergerak dengan langkah sederhana tapi langsung dirasakan manfaatnya. Internet hari ini bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan pintu masuk untuk pendidikan, ekonomi, dan informasi,” ujar Nurul Jamal saat memberikan keterangan.
Ia menjelaskan, program wifi portable gratis dirancang agar benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan, mulai dari warga kurang mampu hingga lembaga pendidikan, sosial, dan keagamaan.
Penyalurannya dilakukan secara bertahap dengan pendataan yang jelas agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Nurul Jamal menekankan bahwa perangkat yang dibagikan tidak sekadar simbol bantuan, melainkan sarana produktif yang siap digunakan.
Sistem penggunaan yang fleksibel dan mudah diakses diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk memanfaatkan internet secara mandiri sesuai kebutuhan mereka.
Lebih jauh, ia berharap keberadaan wifi portable ini dapat menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah.
Dengan akses internet yang lebih mudah dan mobile, promosi dan pemasaran produk lokal diyakini bisa berkembang lebih luas tanpa harus bergantung pada fasilitas mahal.
Seluruh pembiayaan program ini, lanjut Nurul Jamal, bersumber dari dana pribadi sebagai bentuk komitmen moral dan sosial.
Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak bermuatan kepentingan bisnis maupun politik, melainkan murni ikhtiar untuk memperkecil jurang digital di daerah terpencil.
Melalui kerja sama dan penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan, Nurul Jamal berharap kolaborasi lintas pihak dapat terus diperluas.
Ia menilai pemerataan akses digital hanya bisa terwujud jika ada keberanian untuk memulai dari langkah kecil, konsisten, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat. (faq)
Editor : M. Ainul Budi