BADEAN, Radar Ijen - Ketegangan berhari-hari menyelimuti Desa Sukosari Kidul, Kecamatan Sumberwringin, Bondowoso.
Seorang pria dengan gangguan jiwa berkeliling kampung sambil membawa senjata tajam dan mengamuk, memaksa warga bersama aparat melakukan evakuasi secara dramatis.
Warga Desa Sukosari Kidul dibuat resah oleh ulah seorang orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial SU, 26.
Selama beberapa hari terakhir, pria tersebut berkeliaran di lingkungan desa sambil membawa senjata tajam dan menunjukkan perilaku agresif.
Aksi SU akhirnya dihentikan setelah warga, pemerintah desa, serta aparat TNI-Polri melakukan evakuasi. Proses penanganan berlangsung menegangkan karena dilakukan dengan metode penyergapan demi mencegah risiko korban.
Sekretaris Desa Sukosari Kidul, Fadil Susanto, mengungkapkan bahwa SU sebelumnya pernah menjalani perawatan di Poli Jiwa Seroja RSUD dr. Koesnadi pada 2024. Setelah kondisinya sempat membaik, SU dipulangkan pada tahun yang sama.
Namun, dalam dua bulan terakhir, kondisi kejiwaannya kembali memburuk. Hampir setiap hari, SU berkeliling desa sambil membawa senjata tajam, mulai dari parang hingga pisau, dan merusak fasilitas umum.
“Biasanya pepohonan ditebangi. Kemarin itu di Polsek, di KUA, di Koramil. Tadi itu di area lapangan Sumberwringin,” katanya.
Kekhawatiran warga memuncak setelah SU tiba-tiba masuk ke sekitar masjid, saat berlangsung pengajian sambil membawa senjata tajam.
Situasi tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan korban.
Warga akhirnya bersepakat melakukan evakuasi secara bersama-sama dengan pendekatan hati-hati. Dalam kondisi mengamuk dan bersenjata, SU diamankan melalui penyergapan.
“Jadi diamankan sama warga. Sudah dievakuasi di RSUD,” pungkasnya. (ham)
Editor : M. Ainul Budi