DABASAH, Radar Ijen - Pengurus Harian Ijen Geopark terus mematangkan langkah menuju revalidasi Ijen Unesco Global Geopark (UGG). Dokumen progress report resmi diserahkan ke Bappenas pada 31 Januari 2026.
Saat ini, tim gabungan Bondowoso–Banyuwangi tinggal menunggu hasil review sebelum masuk tahapan pre-revalidasi.
Ketua Pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas, menjelaskan dokumen yang dikirim merupakan laporan capaian empat tahun terakhir.
Isinya menitikberatkan pada pemenuhan rekomendasi UNESCO sejak penetapan Ijen sebagai Global Geopark.
“Yang pertama masuk ini kan progress report, artinya sukses story selama 4 tahun ini kayak gimana,” ujarnya.
Tantri menyebut proses penyusunan memakan waktu karena dikerjakan bersama dua kabupaten. Sinkronisasi data, narasi, hingga dokumen pendukung harus disepakati bersama.
Meski begitu, seluruh rekomendasi utama UNESCO disebut telah dipenuhi.
Salah satu poin krusial adalah penghentian praktik penjualan belerang di kawasan Kawah Ijen. Aktivitas tersebut kini digantikan dengan penguatan geowisata.
Para pemikul belerang beralih peran menjadi pemandu wisata.
“Sudah, hampir keseluruhan dari 90 persen, sudah kita sepakat menjadi pemandu wisata,” jelasnya.
Rekomendasi lain seperti perlindungan kawasan telah diperkuat melalui Perbup Nomor 3 Tahun 2022.
Akses antar-geosite juga diperbaiki, termasuk dukungan transportasi Damri yang kini menjangkau Bondowoso dan Banyuwangi.
Penambahan delineasi atau batas wilayah geopark turut menjadi perhatian. Di Bondowoso, kawasan terdampak mencakup 14 kecamatan.
Inisiasi penambahan delineasi ini baru dilakukan secara serius dalam proses revalidasi kali ini, setelah sebelumnya belum digarap bersama.
Selain aspek kawasan, pemberdayaan masyarakat dan UMKM juga menjadi bagian laporan.
Tak kurang dari 16 organisasi perangkat daerah terlibat menyuplai data pendukung, mulai dari pelatihan, penguatan UMKM, hingga pengembangan jejaring internasional.
Dokumen lengkap berikut foto dan bukti pendukung telah dikirimkan ke Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) dan UNESCO. Tahapan berikutnya adalah pre-revalidasi yang dijadwalkan berlangsung Maret 2026, setelah sempat direncanakan Februari.
“Setelah ini selesai, otomatis ada pre-revalidasi,” katanya.
Sementara itu, kedatangan asesor UNESCO diperkirakan berlangsung antara Juni hingga Agustus. Jika lolos seluruh tahapan, Ijen Geopark akan kembali mengukuhkan posisinya sebagai geopark kelas dunia, dengan Bondowoso kini menjadi pusat utama kegiatan lapangan. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi