DABASAH, Radar Ijen - Pelantikan pejabat Pemkab Bondowoso diwarnai peringatan keras.
Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan formalitas, melainkan tanggung jawab kinerja yang harus dibuktikan di lapangan.
Pria yang akrab disapa Ra Hamid itu menegaskan, sumpah jabatan adalah kontrak kinerja, dengan konsekuensi moral dan profesional yang tak bisa ditawar.
Dalam pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Pendapa Kabupaten, (5/2), dia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanat, bukan simbol kekuasaan.
Pejabat dituntut menghadirkan kinerja nyata, memastikan program berjalan efektif, serta mengelola sumber daya secara akuntabel.
“Pastikan setiap program berjalan efektif, setiap pelayanan diberikan dengan baik, serta setiap sumber daya dikelola secara akuntabel,” ujarnya.
Ia menekankan, posisi administrator dan pengawas memegang peran strategis sebagai penggerak organisasi, serta jembatan antara kebijakan pimpinan dan pelaksanaan teknis di lapangan.
Karena itu, profesionalitas aparatur tidak cukup hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga menyangkut etika, sikap, dan komitmen kerja.
Disiplin juga disorot sebagai persoalan mendasar birokrasi.
Menurut bupati, disiplin waktu dan ketaatan terhadap aturan harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar formalitas administratif. Dari situ, kepercayaan publik dapat dibangun.
“Hilangkan pola pikir lama yang berbelit-belit, gantikan dengan semangat melayani yang tulus dan solutif,” ungkapnya.
Baca Juga: Tak Perlu Panik! Stok Bahan Pokok di Bondowoso Diklaim Aman hingga Lebaran
Selain itu, 15 pejabat yang baru dilantik, diharapkan mampu membangun komunikasi internal yang sehat, menciptakan iklim kerja kondusif, dan mendorong kinerja tim secara tegas namun humanis.
“Sebagai prasyarat menuju tata kelola pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi