Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Untuk Revalidasi Ijen Geopark, Ketua Komisi III DPRD Bondowoso: Semua Harus Berperan Aktif

Ilham Wahyudi • Kamis, 5 Februari 2026 | 05:05 WIB
MEMPESONA: Pesona Kawah Ijen menjadi salah satu ikon andalan dua kabupaten.(PHIG BONDOWOSO FOR RADAR IJEN)
MEMPESONA: Pesona Kawah Ijen menjadi salah satu ikon andalan dua kabupaten.(PHIG BONDOWOSO FOR RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - EFISIENSI anggaran tak menyurutkan ambisi Bondowoso mempertahankan status Ijen UNESCO Global Geopark (UGG).

Revalidasi justru menjadi ujian kolaborasi lintas sektor, mulai dari OPD, DPRD, hingga masyarakat, untuk membuktikan kesiapan daerah sebagai destinasi kelas dunia.

Proses revalidasi Ijen Unesco Global Geopark (UGG) menuntut keterlibatan lintas sektor. Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menegaskan ada 16 organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi pengampu dan wajib terlibat aktif sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.

“Harus terlibat dalam proses revalidasi, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” ujarnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, DPRD tetap optimistis proses revalidasi dapat dilalui. Selama ini, menuritnya semua lintas sudah melakukan berbagai upaya. Dalam rangka proses menuju revalidasi Ijen UGG.

“Kami optimis, bisa melewati kritis efisiensi anggaran ini. Berikut ujian ujian untuk revalidasi,” tuturnya.

Dukungan juga datang dari Anggota DPR RI, Dina Lorenza Audria. Ia menekankan bahwa pengembangan pariwisata harus dimulai dari kesiapan daerah sebagai tuan rumah yang baik.

Semua kebutuhan wisatawan, mulai akomodasi hingga transportasi, harus dipikirkan secara matang.

“Masalah yang ada di Bondowoso, selalu kami sampaikan ke pemerintah pusat,” katanya.

Menurut Dina, keberhasilan revalidasi Ijen UGG tidak bisa hanya dibebankan pada pemerintah daerah.

Pemerintah pusat, daerah, swasta hingga masyarakat harus memiliki visi dan misi yang sama.

“Harus prepare daerah kita dulu. Sehingga bagaimana orang datang ke Bondowoso mau kembali lagi,” imbuhnya.

Ia juga mengingatkan banyak destinasi wisata yang awalnya menjanjikan namun kemudian terbengkalai akibat lemahnya pengelolaan.

Kuncinya adalah kolaborasi semua pihak, termasuk peran aktif masyarakat.

“Jadi mereka (masyarakat, red) bukan hanya sebagai penonton. Tapi aktif mempromosikan daerahnya,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#Ijen Geopark #DPRD #Bondowoso