Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Pesan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf Soal Warga Yang Mengaku Sebagai NU

Ilham Wahyudi • Selasa, 3 Februari 2026 | 09:29 WIB

JADI PERHATIAN: Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam (kiri) memberikan cinderamata kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan).(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
JADI PERHATIAN: Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam (kiri) memberikan cinderamata kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (kanan).(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Lonjakan jumlah warga yang mengaku Nahdlatul Ulama (NU) menjadi alarm serius bagi PBNU.

Dari hanya 18 persen pada Pemilu 1955, kini lebih dari separuh warga Indonesia mengidentifikasi diri sebagai NU.

Lonjakan warga yang mengaku NU tak selalu berbanding lurus dengan pemahaman keorganisasian.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengingatkan, tanpa konsolidasi yang kuat, identitas NU berisiko larut di tengah masyarakat.

Hal tersebut dikatakan ketika menghadiri silaturahmi akbar dan doa bersama Harlah NU di Graha NU Bondowoso, Minggu (1/2) malam.

Ia didampingi Wakil Ketua Umum PBNU Amin Said Husni dan diikuti ratusan pengurus NU hingga tingkat ranting dan badan otonom.

Gus Yahya memaparkan hasil survei yang menunjukkan lonjakan signifikan warga Indonesia yang mengaku NU.

Pada Pemilu 1955, pemilih NU tercatat sekitar 18 persen. Angka itu naik menjadi 27 persen pada 2005, lalu melonjak drastis menjadi 56,9 persen pada 2023.

“Maka saya bertanya-tanya, orang-orang yang dari 2005 sampai 2023 mengaku NU ini berasal dari mana dan bagaimana anggapan mereka tentang NU,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut penguatan konsolidasi internal.

PBNU kini memperjelas aturan, prosedur, dan mekanisme organisasi agar tata kelola berjalan lebih objektif.

Penguatan kader juga dilakukan melalui pelatihan.

PBNU juga mengembangkan platform digital Digdaya sebagai bagian dari transformasi organisasi. “Supaya kader-kader itu tahu, NU itu apa,” ungkapnya.

Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam turut mengajak pengurus NU berdoa untuk Indonesia dan NU.

Apalagi bersamaan dengan momen nisfu sya’ban.

“Indonesia ini biasanya dirusak dari NU dulu (sebagai fondasi, red). Maka, doakan NU semoga terus diberikan kekuatan oleh Allah SWT,” pungkasnya. (ham)

Editor : Adeapryanis
#pbnu #Bondowoso