Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jalur Kalisat–Bondowoso Masih Penuh PR Untuk Reaktivasi KAI, Harus Kaji Aspek Resiko Sosial

Faqih Humaini • Selasa, 3 Februari 2026 | 05:10 WIB

MAGKRAK: Sejumlah aset perkeretaapian di lintas Kalisat–Bondowoso tak lagi berfungsi optimal.(BTP KELAS I SURABAYA)
MAGKRAK: Sejumlah aset perkeretaapian di lintas Kalisat–Bondowoso tak lagi berfungsi optimal.(BTP KELAS I SURABAYA)

RADAR JEMBER – Rencana reaktivasi jalur kereta api nonaktif lintas Kalisat–Bondowoso tidak hanya bergantung pada kesiapan dokumen perencanaan.

Hasil Survei Identifikasi Desain (SID) yang telah dirampungkan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya justru mengungkap banyak pekerjaan rumah, baik dari sisi teknis maupun sosial, yang harus diselesaikan sebelum jalur tersebut benar-benar bisa dioperasikan kembali.

Kepala BTP Kelas I Surabaya, Denny Michels Adlan, menyebut survei lapangan selama sepekan menunjukkan kondisi aset perkeretaapian yang beragam.

Mulai dari rel, stasiun, hingga jembatan, banyak ditemukan fasilitas yang tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

“Survei ini penting untuk mengetahui kondisi eksisting jalur Kalisat–Bondowoso secara riil,” ujarnya.

Menurut Denny, pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan dukungan teknologi pemetaan.

Setiap trase jalur, jembatan, dan aset perkeretaapian diplot menggunakan GPS serta didokumentasikan secara visual.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan perencanaan reaktivasi tidak meleset dari kondisi lapangan yang sebenarnya.

Dari hasil awal, persoalan paling menonjol ditemukan pada kondisi jembatan dan bangunan stasiun.

Sejumlah jembatan masih tampak layak secara visual, namun tetap membutuhkan kajian struktur mendalam.

Di sisi lain, beberapa bangunan stasiun diketahui telah beralih fungsi, sehingga memerlukan penataan ulang jika jalur kembali diaktifkan.

Selain aspek teknis, tantangan sosial juga menjadi perhatian serius.

Di sejumlah titik, jalur rel sudah tidak steril karena berdampingan langsung dengan permukiman warga.

Bahkan, beberapa jembatan kereta api kini digunakan masyarakat sebagai akses penyeberangan sehari-hari.

Denny menegaskan, kondisi tersebut menuntut koordinasi lintas sektor yang matang.

Penertiban jalur tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa solusi bagi masyarakat terdampak.

“Harus dipikirkan jalan alternatif agar aktivitas warga tidak terganggu saat jalur ini dibuka kembali,” pungkasnya. (faq)

Editor : Adeapryanis
#reaktivasi KAI #Bondowoso