Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Istri Wakil Bupati Terpilih Sebagai Ketua GOW Bondowoso Periode 2025-2030 Dalam Muker III, Tegaskan Peran Strategis Perempuan

Ilham Wahyudi • Jumat, 30 Januari 2026 | 09:26 WIB
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bondowoso resmi memasuki babak baru. Melalui Musyawarah Kerja (Musker) III.
Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bondowoso resmi memasuki babak baru. Melalui Musyawarah Kerja (Musker) III.

DABASAH, Radar Ijen - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bondowoso resmi memasuki babak baru. Melalui Musyawarah Kerja (Muker) III, GOW tidak hanya mengevaluasi program, tetapi juga menetapkan kepemimpinan baru untuk periode lima tahun ke depan, dengan misi besar menguatkan peran perempuan menuju Indonesia Emas 2045.

Muker III Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bondowoso digelar dengan agenda strategis. Forum ini menjadi ruang evaluasi program sekaligus penentuan arah kebijakan organisasi perempuan lintas sektor di Bondowoso.

Muker III tersebut dihadiri Pelindung GOW yang juga Kepala Dinas Sosial Bondowoso, Penasehat I Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, serta unsur peninjau dari Dinsos P3AKB dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol).

Dalam forum tersebut, Zakiyatul Fakhiro As’ad Yahya Syafi’i, istri Wakil Bupati Bondowoso, terpilih sebagai Ketua GOW Bondowoso periode 2025–2030.

Ketua GOW Bondowoso periode sebelumnya, Nur Saidah Imron, menjelaskan Musyawarah Kerja merupakan forum penting yang menentukan arah organisasi ke depan. Menurutnya, Muker tidak sekadar agenda rutin, tetapi ruang strategis untuk memastikan keberlanjutan program.

“Musyawarah Kerja ini merupakan forum yang sangat strategis, karena menjadi wadah untuk mengevaluasi program kerja yang telah dilaksanakan, sekaligus merumuskan rencana dan langkah nyata ke depan,” jelasnya.

Melalui forum ini, lanjut Nur Saidah, arah kebijakan dan program GOW dapat disusun secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan. Terlebih, Muker III mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tema tersebut, menurutnya, memiliki makna mendalam. Perempuan berdaya adalah perempuan yang memiliki kemampuan, kemandirian, serta kesempatan setara untuk berkontribusi. 

Sementara perempuan berkarya berarti mampu menuangkan potensi diri di berbagai bidang, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun pembangunan bangsa.

Ia menegaskan, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan tujuan besar bangsa yang harus dipersiapkan sejak sekarang. Dalam konteks itu, perempuan memiliki posisi yang sangat strategis.

“Perempuan adalah pendidik generasi, penggerak sosial, sekaligus mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Karena itu, melalui Muker III ini diharapkan tersusun program kerja GOW Kabupaten Bondowoso tahun 2026 hingga 2030 yang tidak bersifat seremonial semata. 

Program yang lahir harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, memberdayakan perempuan, serta memberi dampak nyata dan berkelanjutan.

Nur Saidah juga mengajak seluruh anggota GOW untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan, baik antarorganisasi perempuan maupun dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, saya yakin GOW mampu menjadi motor penggerak perempuan yang berdaya dan berkarya,” pungkasnya.

Terpilihnya Zakiyatul Fakhiro As’ad Yahya Syafi’i sebagai Ketua GOW Bondowoso periode 2025–2030, diharapkan mampu memperkuat peran strategis organisasi perempuan, dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

 

Editor : M. Ainul Budi
#Wabup #GOW #musyawarah kerja #Bondowoso