Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gas LPG 3 KG di Bondowoso Diklaim Aman, Nyatanya Malah Kehabisan

Ilham Wahyudi • Kamis, 29 Januari 2026 | 10:28 WIB

SULIT: Salah seorang warga mencari gas lpg 3 kilogram di sejumlah toko, namun banyak yang kosong.(ILHAM WAKYUDI/RADAR IJEN)
SULIT: Salah seorang warga mencari gas lpg 3 kilogram di sejumlah toko, namun banyak yang kosong.(ILHAM WAKYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Klaim pemerintah daerah soal ketersediaan elpiji 3 kilogram kembali diuji di lapangan.

Sudah hampir sepekan terakhir, warga Bondowoso kesulitan mendapatkan gas melon.

Di saat stok disebut aman, dapur warga justru kehabisan bahan bakar.

Di sejumlah wilayah, gas elpiji subsidi itu nyaris tak terlihat di pengecer.

Tabung kosong berjajar, sementara isinya tak kunjung datang.

Warga pun terpaksa berkeliling, dari satu toko ke toko lain, bahkan lintas desa, demi satu tabung gas.

Salah satunya warga Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Subhan merasakan langsung kondisi tersebut.

Ia mengaku telah berhari-hari mencari gas melon, namun selalu pulang dengan tangan hampa.

"Ini aku sekarang cari gas tak dapat. Di pengecer kebanyakan cuma tinggal tabungnya,” keluhnya.

Kelangkaan ini juga berdampak pada harga. Di tengah sulitnya pasokan, harga gas melon bervariasi dan cenderung naik. Subhan menyebut, harga di tingkat pengecer kini berada di kisaran Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu per tabung, itupun dengan kuota terbatas.

“Kalau stok aman, terus gas melonnya lari ke mana?” ujarnya.

Kondisi serupa juga dirasakan Taufik, warga di Kecamatan Bondowoso.

Dia menyebut dirinya harus berkeliling hingga ke desa-desa untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram.

Bagi pelaku usaha, gas bukan sekadar kebutuhan rumah tangga, melainkan penopang utama roda ekonomi harian.

Jika pun tersedia, harganya jauh di atas harga eceran tertinggi. Namun dalam situasi mendesak, pilihan nyaris tak ada. “Mau Rp25 ribu tetap dibeli, karena susah banget nyarinya. Terpaksa,” katanya.

Ironinya, di saat kesulitan itu berlangsung, Taufik justru membaca pemberitaan yang menyebut stok elpiji dalam kondisi aman.

Fakta di lapangan, menurutnya, berbicara sebaliknya.

Akibat kehabisan gas, aktivitas memasak di kedainya kini hanya mengandalkan satu kompor.

“Katanya stok aman, tapi di lapangan kekurangan. Coba lihat toko-toko, banyak yang kosong,” pungkasnya. (ham/fid)

 

Pengajuan Kuota Hingga Dua Kali Lipat

Di tengah keluhan warga soal sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan kuota gas melon sebenarnya dalam kondisi aman. Bahkan, Pemkab mengaku telah melangkah lebih jauh dengan meminta tambahan kuota ke Pertamina.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menyebut pihaknya telah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas untuk memastikan kondisi pasokan. 

Hasil koordinasi tersebut, menurutnya, menunjukkan kuota elpiji 3 kilogram masih mencukupi. “Kemarin sudah mendatangi Pertamina dan Hiswana Migas. Tanggapannya secara kuota aman, namun sepertinya permintaan masyarakat meningkat,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkab tidak tinggal diam. Agung mengatakan pihaknya telah mengajukan permintaan tambahan kuota elpiji 3 kilogram untuk dua bulan ke depan. Permintaan itu diajukan secara resmi melalui surat ke Pertamina. “Kita minta ditambahin ini ke Pertamina, karena banyak orang juga butuh,” katanya.

Pemkab bahkan meminta tambahan kuota hingga dua kali lipat untuk Februari dan Maret. Dari kuota normal, Pemkab mengajukan penambahan sebesar 100 persen atau setara 1.500 metrik ton per bulan. “Ini kita minta ditambahin jadi dua kali lipat,” terangnya.

Polres Bondowoso juga memastikan distribusi elpiji berjalan tanpa hambatan. Kasi Humas Polres Bondowoso, Iptu Bobby Dwi Siswanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke jalur distribusi.

Hasilnya, penyaluran elpiji 3 kilogram dari SPBE Bondowoso ke 10 agen tercatat sebanyak 20.720 tabung per hari. Selain itu, suplai dari Depo LPG Banyuwangi ke Bondowoso mencapai 65.000 kilogram per hari. Pengiriman dari depo tersebut, kata Bobby, dilakukan setiap hari tanpa kendala teknis. “Selama ini tidak ada kendala dalam proses pengiriman,” pungkasnya. (ham/fid)

 

 

Editor : Adeapryanis
#gas lpg langka #gas melon 3 kg #Bondowoso