Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Seleksi Calon Perangkat Desa di Bondowoso Diduga Ada Kecurangan

Faqih Humaini • Minggu, 25 Januari 2026 | 18:02 WIB

NETIZEN: Detik-detik terjadinya protes salah satu peserta calon perangkat desa Sumber Salam, Jumat (23/1)
NETIZEN: Detik-detik terjadinya protes salah satu peserta calon perangkat desa Sumber Salam, Jumat (23/1)

RADAR JEMBER -  Proses pengisian perangkat Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, menuai sorotan setelah muncul dugaan kecurangan dalam tahapan seleksi Kepala Dusun (Kadus) Karang Arah.

Sejumlah kejanggalan disebut terjadi saat pelaksanaan ujian tertulis yang digelar pada siang hari sekitar pukul 13.15 WIB.

Seleksi tersebut diikuti beberapa peserta dengan sistem ujian tertulis yang mencakup empat mata uji, yakni Bahasa Indonesia, pengetahuan agama, pengetahuan umum, serta materi pemerintahan desa.

Setiap mata uji terdiri dari sekitar 50 soal dengan waktu pengerjaan kurang lebih dua jam.

Salah satu peserta, Abdul Wasil (25), mengungkapkan dugaan ketidakwajaran sejak awal ujian. 

Ia mengaku mendapati lembar soal Bahasa Indonesia yang diterimanya sudah terdapat tanda jawaban menggunakan pensil.

Tanda serupa, menurutnya, juga terlihat pada lembar jawaban.

“Sejak awal saya sudah curiga, karena ada tanda jawaban. Tapi saya tetap mengerjakan sampai selesai,” ujarnya.

Kejanggalan tersebut semakin menguat setelah proses koreksi dilakukan.

Abdul Wasil memperoleh nilai sempurna, yakni 100, pada mata uji Bahasa Indonesia.

Ia justru mempertanyakan hasil tersebut karena menilai nilainya tidak sebanding dengan kondisi soal yang diduga telah bertanda sejak awal.

Ia menduga lembar soal tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi peserta lain, namun tertukar akibat kelalaian panitia.

Dugaan itu, menurutnya, mengarah pada potensi ketidakadilan dalam pelaksanaan seleksi.

Selain temuan pada lembar soal, Abdul Wasil juga menyoroti kecepatan salah satu peserta lain yang disebut mampu menyelesaikan ujian dalam waktu sekitar 20 menit.

Padahal, menurutnya, jumlah soal cukup banyak dan tingkat kesulitannya tidak ringan.

“Kami diberi waktu dua jam, tapi ada peserta yang selesai sekitar 20 menit. Itu sangat tidak masuk akal,” ucapnya.

Ia meminta agar seleksi Kepala Dusun Karang Arah diulang dengan pengawasan lebih ketat, melibatkan pihak independen atau unsur pemerintah kabupaten guna menjamin objektivitas dan mencegah dugaan kecurangan serupa terulang.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Salam, Mochamad Holis, membantah adanya unsur kesengajaan dalam pelaksanaan seleksi.

Ia menyebut jika terjadi kekeliruan, kemungkinan merupakan kesalahan teknis sistem dan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

"Tas-tesan di kecamatan  mungkin itu kesalahan sistem, kami harap untuk bisa diperbaiki kedepannya," bebernya (faq/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#seleksi #curang #perangkat desa #Bondowoso