Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Soal Rendahnya PAD wisata, Pemkab Bondowoso Hanya Andalkan Kolaborasi dengan Pihak Ketiga

Ilham Wahyudi • Jumat, 23 Januari 2026 | 08:18 WIB

 

CIAMIK: Salah seorang pengunjung mengabadikan momen di wisata Black Lava Plalangan, beberapa waktu lalu. TENANG: Kondisi di wisata Pemandian Air Panas Blawan, Salah satu destinasi yang dikelola Pemkab
CIAMIK: Salah seorang pengunjung mengabadikan momen di wisata Black Lava Plalangan, beberapa waktu lalu. TENANG: Kondisi di wisata Pemandian Air Panas Blawan, Salah satu destinasi yang dikelola Pemkab

RADAR JEMBER - Target tinggi, realisasi tertahan. Retribusi pariwisata Bondowoso 2025 hanya mencapai Rp434 juta dari target Rp 600 juta, memaksa pemerintah dan DPRD mengevaluasi pola pengelolaan destinasi.

Termasuk, memperbaiki pengelolaan hingga mulai menggandeng pihak ketiga yang dianggap masih potensial.

Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola, menegaskan target PAD pariwisata tidak dimaknai sebagai angka mutlak, melainkan pemicu peningkatan pendapatan riil daerah.

“Kalau targetnya terlalu tinggi dan tidak realistis, tentu sulit dicapai. Tapi bagi kami, target itu menjadi pemecut semangat,” ujarnya.

Zola menyebut PAD 2025 secara riil meningkat hingga Rp 400 juta, melampaui capaian 2024 yang masih di bawah Rp 300 juta, meski belum memenuhi target APBD.

“Jadi kalau dilihat dari angka nyata, ada kenaikan,” katanya.

Namun, efisiensi anggaran 2026 membuat Pemkab Bondowoso hanya mampu membiayai tiga event pariwisata dari total 14 agenda tahunan.

“Dari 14 event, hanya tiga yang bisa dianggarkan. Tapi kami tidak boleh pesimis,” tegasnya.

Untuk menyiasati kondisi itu, Disparbudpora mengubah strategi dengan menggandeng pihak swasta agar event tetap berjalan.

Sejumlah agenda, termasuk Bondowoso Night Run dan Ijen Trail Running, kini disiapkan melalui skema kolaborasi demi menjaga denyut pariwisata tetap hidup.

“Perubahan strategi kami adalah membuka kolaborasi dengan swasta,” pungkasnya. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#pad #wisata bondowoso