Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kunjungan Wisata di Bondowoso Naik, Tapi Realisasi PAD Wisata Masih Seret, Ini Penyebabnya

Ilham Wahyudi • Jumat, 23 Januari 2026 | 08:14 WIB

CIAMIK: Salah seorang pengunjung mengabadikan momen di wisata Black Lava Plalangan, beberapa waktu lalu. TENANG: Kondisi di wisata Pemandian Air Panas Blawan, Salah satu destinasi yang dikelola Pemkab
CIAMIK: Salah seorang pengunjung mengabadikan momen di wisata Black Lava Plalangan, beberapa waktu lalu. TENANG: Kondisi di wisata Pemandian Air Panas Blawan, Salah satu destinasi yang dikelola Pemkab

RADAR JEMBER - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pariwisata Bondowoso pada 2025 lalu, masih berbanding terbalik dengan jumlah kunjungan wisatawan.

Jumlahnya masih belum sesuai dengan target yang ditentukan.

Diketahui targetnya adalah Rp 600 juga, namun hanya terealisasi Rp 434 juga.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 63 ribu orang, sementara wisatawan nusantara 637 ribu orang.

Total kunjungan lebih dari 700 ribu ini naik dibanding 2024 yang berada di kisaran 611 ribu kunjungan.

Kesenjangan antara tingginya kunjungan dan rendahnya PAD disorot DPRD Bondowoso.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menyebut rata-rata kunjungan mencapai 175 orang per hari. “Tingkat kunjungannya tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, target retribusi tak tercapai karena banyak objek wisata dikelola swasta serta adanya sistem bagi hasil dengan Perhutani.

Ia meminta Disparbudpora memperkuat e-ticketing dan memperbaiki fasilitas dasar di destinasi wisata. Komisi III juga mendorong Disparbudpora lebih agresif menggandeng pihak swasta.

Dorongan ini seiring dengan efisiensi anggaran daerah yang membuat hanya tiga event pariwisata bisa dibiayai APBD pada 2026, dari total 14 event rutin yang biasa digelar setiap tahun.

Diketahui, dari total 42 objek wisata yang tercatat di Bondowoso, hanya 6 destinasi yang memberikan pemasukan langsung ke kas daerah.

Yakni Air Panas Blawan, Kawah Burung, Pemandangan Arak-arak, Air Terjun Tancak Kembar, Batu So’on dan Black Lava Plalangan.

Meski target 2025 meleset, DPRD tetap optimistis ada ruang peningkatan PAD pada tahun depan.

Terlebih, Perda terbaru telah menyesuaikan tarif retribusi wisatawan mancanegara dari Rp20.000 menjadi Rp25.000. “Untuk wisatawan nusantara tidak ada kenaikan, tetap Rp20.000,” pungkasnya. (ham/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#PAD Wisata #wisata bondowoso #Bondowoso