TAMAN, Radar Ijen – Hujan deras disertai angin kencang kembali menimbulkan kerusakan di Bondowoso. Kali ini, bangunan TK 2 NU di Jalan Mastrip, Desa Taman, Kecamatan Grujugan, rusak berat setelah atap dua ruang kelas ambruk, Rabu pagi (21/1) sekitar pukul 07.30 WIB.
Kerusakan terjadi pada ruang kelas A dan B yang selama ini digunakan untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak usia dini. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, aktivitas pendidikan terpaksa dihentikan sementara karena bangunan dinilai tidak aman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menerima laporan dari masyarakat pada pukul 15.17 WIB. Tim langsung diterjunkan untuk melakukan asesmen awal dan pendataan kerusakan.
“Kerusakan terjadi pada dua ruang kelas dengan ukuran masing-masing 5 x 5 meter dan dikategorikan rusak berat. Saat ini BPBD telah melakukan asesmen awal di lokasi kejadian,” ujar Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, Kamis (22/1).
Bangunan TK 2 NU diketahui berdiri sejak 2008 dan sebelumnya merupakan Kantor MWC NU. Saat ini, sekolah tersebut melayani 10 siswa dengan satu kepala sekolah dan satu guru pengajar. Kondisi bangunan yang sudah berusia belasan tahun diduga ikut memperparah dampak kerusakan saat diterjang angin kencang.
Dalam penanganan awal, BPBD melibatkan Korwil Pendidikan Kecamatan Grujugan dan pihak sekolah. Petugas Pusdalops serta Tim Reaksi Cepat (TRC) juga diterjunkan untuk memastikan proses pendataan dan koordinasi berjalan cepat.
Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dialihkan ke Lembaga Al-Hidayah atau Kantor MWC NU setempat mulai Kamis (22/1), sambil menunggu langkah perbaikan lebih lanjut dari pihak terkait.
BPBD menyebut, upaya yang telah dilakukan meliputi asesmen lapangan, pelaporan kepada pimpinan untuk rencana tindak lanjut, serta koordinasi lintas OPD. Hingga kini, tidak ada kendala berarti dalam penanganan awal. (ham)
Editor : M. Ainul Budi