RADAR JEMBER - Pemerintah Bondowoso mulai memetakan sejumlah komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah agar lonjakan harga tidak membebani masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso, Agung, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH), terdapat beberapa bahan pokok yang secara historis selalu berkontribusi terhadap kenaikan harga saat memasuki bulan puasa.
“Komoditas yang paling dominan memicu kenaikan harga antara lain beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Ini kebutuhan utama masyarakat saat Ramadan,” ujarnya.
Agung menjelaskan, daging ayam menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi lonjakan cukup signifikan.
Sementara telur ayam diperkirakan mengalami kenaikan harga di kisaran 14 hingga 15 persen.
Untuk cabai merah, potensi kenaikan berada di angka sekitar 15 persen, sedangkan cabai rawit bisa mencapai 20 hingga 22 persen.
Menurutnya, kenaikan tersebut bukan semata karena kelangkaan barang, melainkan lebih dipicu oleh meningkatnya permintaan serta persepsi masyarakat yang menganggap harga pasti naik saat Ramadan.
Kondisi ini kerap dimanfaatkan oleh oknum pelaku usaha untuk menaikkan harga.
“Padahal, dari sisi ketersediaan, komoditas strategis ini sebenarnya masih aman dan mencukupi,” tegas Agung.
Untuk mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, Pemkab Bondowoso terus melakukan pemantauan harga harian di pasar tradisional, menggelar gerakan pangan murah dan pasar murah, serta melakukan inspeksi mendadak ke pasar dan distributor.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggandeng Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis tetap terjaga, sekaligus memperketat pengawasan distribusi, termasuk peredaran LPG yang kerap menjadi kebutuhan vital masyarakat.
Agung pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan berbelanja secara bijak menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Ia menegaskan, panic buying justru berpotensi memperburuk stabilitas harga di pasaran.“Belanjalah sesuai kebutuhan.
Pemerintah akan terus melakukan intervensi agar harga tetap terkendali dan pasokan aman,” pungkasnya. (faq)
Editor : Adeapryanis