Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pasutri di Bondowoso Bertahun-tahun Hidup Dengan Tumpukan Sampah Di Rumahnya, Warga Kesal Karena Selalu Menyium Bau Tak Sedap

Ilham Wahyudi • Rabu, 21 Januari 2026 | 05:07 WIB

DITERTIBKAN: Petugas gabungan membersihkan rumah warga di Kelurahan Blindungan, pasca bertahun-tahun menjadi tempat penampungan sampah.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
DITERTIBKAN: Petugas gabungan membersihkan rumah warga di Kelurahan Blindungan, pasca bertahun-tahun menjadi tempat penampungan sampah.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Bau busuk yang bertahun-tahun menghantui warga Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, akhirnya memaksa aparat turun tangan.

Sebuah rumah pasangan suami istri diketahui dipenuhi tumpukan sampah plastik hingga nyaris tak menyisakan ruang hidup.

Kondisi ekstrem itu bukan terjadi dalam hitungan bulan. Hampir lima tahun lamanya rumah tersebut berubah menjadi gudang sampah.

Warga sekitar dan Ketua RT 16 RW 04 berulang kali menegur dan menawarkan bantuan.

Namun, upaya itu selalu berujung penolakan.
Sang istri, Titik Muhaiminah (59), bersikeras mempertahankan tumpukan sampah yang ia anggap bernilai.

Sementara sang suami, Anang Kosasih (66), yang disebut menderita TBC, tak mampu berbuat banyak.

Hal tersebut dilakukan, pasca usaha pasutri itu di Pasar Induk habis terbakar beberapa tahun silam.
Keluhan warga kian memuncak seiring aroma menyengat yang menyebar ke lingkungan.

Situasi itu akhirnya mendorong aksi gabungan dari Kelurahan Blindungan, Kecamatan Bondowoso, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satpol PP, serta Dinsos P3AKB.
Pembersihan dilakukan selama dua hari. Hasilnya mencengangkan.

Hampir empat truk sampah dikeluarkan dari dalam rumah. Kondisi bangunan pun terungkap memprihatinkan, tak lagi layak disebut tempat tinggal.

Usai pembersihan, Titik Muhaiminah langsung dibawa ke Poli Jiwa Seroja RSUD dr. H. Koesnadi untuk mendapatkan penanganan medis.


Plt Lurah Blindungan, Lilin Daryanti, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan warga, kondisi kejiwaan pemilik rumah diduga memburuk sejak usaha toko plastiknya di Pasar Induk Bondowoso hangus terbakar beberapa tahun lalu.

Musibah itu disebut meninggalkan beban pinjaman di perbankan.
Pasca kejadian tersebut, Titik kerap memulung plastik.

Sebagian dijual, namun tak sedikit yang justru ditimbun di rumah meski dalam kondisi basah dan berbau.

“Satu rumah penuh sampah, sampai pintunya tidak bisa dibuka. Tempat tidurnya pun penuh sampah,” ujarnya.


Ia juga menyebut bahwa pasutri tersebut sudah sekitar tiga tahun kehilangan kontak dengan keluarga.

Selama ini, mereka bertahan hidup dengan bantuan warga sekitar serta bantuan sosial dari pemerintah.

“Ada bantuan, mereka terima terakhir ada kok. Makanya ini kita cek kembali,” jelasnya.
Ke depan, pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan Dinsos P3AKB untuk penanganan kesehatan sang suami. Sementara sisa sampah plastik yang masih tertinggal di gudang akan ditangani bersama Komunitas Sarkaspace.

“Masih tersisa di gudangnya sampahnya, sekitar 1 truk,” ujarnya.


Sementara itu, Petugas Sosial Dinsos P3AKB Bondowoso, Kusuman Nofryandi, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan sejak kapan gangguan depresi tersebut dialami.

Kini, penanganan medis telah dilakukan. “Di Seroja sekarang,” pungkasnya. (ham)

Editor : Adeapryanis
#pasutri #Bondowoso #Sampah