Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

DPRD Bondowoso Minta Koni Perbaiki Kualitas Atlet Untuk Persiapan Porprov X Jatim, Tahun Kemarin Hanya Kumpulkan 27 Poin

Ilham Wahyudi • Rabu, 21 Januari 2026 | 05:00 WIB

TERSINGKIR: Salah seorang pemain Bondowoso (merah putih)mencoba menghadapi pemain Jember dalam babak kualifikasi Pra-porprov IX beberapa waktu lalu.(YULIO FA/RADAR IJEN)
TERSINGKIR: Salah seorang pemain Bondowoso (merah putih)mencoba menghadapi pemain Jember dalam babak kualifikasi Pra-porprov IX beberapa waktu lalu.(YULIO FA/RADAR IJEN)


RADAR JEMBER - Pelaksanaan Porprov IX Jatim lalu, menjadi pukulan telak bagi kontingen Bondowoso.

Bagaimana tidak, mereka hanya mampu finis di posisi kedua terbawah, dari 38 kabupaten kota yang berpartisipasi.

Hanya 27 poin yang berhasil dikumpulkan, dari tiga medali emas, empat medali perak dan tujuh medali perunggu.

Prestasi tersebut tentu harus ditingkatkan pada Porprov X Jatim yang akan diselenggarakan di Surabaya pada 2027 mendatang.

Salah satu caranya adalah mematangkan pembinaan terhadap atlet yang akan didelegasikan.

Sehingga kemampuannya bisa bersaing dengan atlet dari kabupaten/kota lain di Jatim.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi III DPRD Bondowoso, ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kantor Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, kemarin (20/1).

Mereka menilai prestasi yang didapatkan dalam Porprov IX harus ditingkatkan pada Porprov X mendatang.

Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono mengatakan, jika dibandingkan dengan Klasemen akhir Porprov VIII, prestasi kontingen Bondowoso memang jeblok pada Porprov IX lalu.

Namun, dia menilai ada pertumbuhan dan perkembangan cabor di Bumi Ki Ronggo.

“Jumlah atlet dan cabor yang dikirim (ke Porprov IX, red) lebih banyak di 2025. Meski prestasinya turun,” ujarnya.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bondowoso, Adi Sutrisno sebelumnya mengatakan, pembinaan atlet potensial harus dimulai dari hulu, sejak usia belia, dan berjalan tanpa putus.

Targetnya jelas, Bondowoso tak boleh sekadar jadi peserta di Porprov Jatim X 2027 Surabaya.

Tapi penantang serius di papan klasemen papan atas.

KONI Bondowoso menuntut cabor menata sistem pembinaan atlet sejak usia dini, terukur, konsisten, dan berkelanjutan.

Jika pembinaan baru dimulai mendekati hari-H, hasilnya bisa ditebak, instan, rapuh, dan tanpa pondasi. Karena itu, cabor diminta membangun sistem yang berkelanjutan, bukan sekadar program musiman.

“KONI Bondowoso meminta semua Pengkab Cabor membentuk tim talent scouting, guna menjaring atlet potensial dan dibina selama 2026 lewat program latihan dan mengikuti kejuaraan yang terukur,” pungkasnya. (ham)

Editor : Adeapryanis
#terjun bebas #Porprov 2025 #Atlet #Bondowoso