RADAR JEMBER - Desa Maskuning Kulon, Kecamatan Pujer, Bondowoso menjadi desa yang patut dikunjungi oleh para pecinta durian.
Di tempat itu, durian bukan hanya buah musiman, melainkan cerita rasa yang dinanti setiap awal tahun.
Di Dusun Paleran, tepatnya RT 18 RW 05, berdiri Rumah Durian Lely.
Sebuah rumah sederhana yang berubah menjadi tujuan para pemburu durian lokal Bondowoso.
Di halaman seluas sekitar 100 meter persegi, belasan pohon durian tumbuh, berbuah, dan matang secara alami.
Pemiliknya, Andriono (42), menanam sendiri berbagai jenis durian di pekarangan rumahnya.
Saat musim tiba, durian dipetik langsung dari kebun, dibelah di tempat, lalu disantap seketika.
Aroma tajam berpadu rasa legit menjadi pengalaman yang dicari para pelanggan.
Sebagian pembeli memilih membawa pulang durian hasil petik kebun.
Namun tak sedikit pula yang memilih menikmati durian di rumah Andriono, di bawah rindang pohon dan suasana pedesaan yang tenang.
“Tapi banyak juga duriannya dibawa ke rumah saya, kemudian dimakan di sini oleh pembeli,” ujarnya.
Setiap pohon memiliki karakter rasa berbeda.
Ada durian manis legit, ada pula yang memunculkan rasa manis pahit.
Warna dagingnya pun beragam, dari kuning pekat, kesat, hingga tebal menggoda, tergantung varietas.
Uniknya setiap durian lokal itu, memiliki nama khusus.
“Ada si ronjengan, si plotan, se lakek sesuai dengan kriteria rasanya,” katanya.
Namun, durian-durian ini hanya hadir setahun sekali.
Musimnya singkat, Desember hingga Maret.
Andriono tak pernah menggunakan cara instan agar durian cepat masak.
Semua dibiarkan tumbuh dan matang secara alami di pohon.
“Desember awal itu sudah ada yang jatuh. Tapi puncaknya bulan Januari, Februari, dan Maret. Bulan April biasanya sudah berkurang,” ungkapnya.
Soal harga, Rumah Durian Lely dikenal ramah kantong.
Mulai Rp10 ribu hingga Rp100 ribu per buah, tergantung ukuran dan jenis. Harga inilah yang membuat pelanggan terus berdatangan dari berbagai daerah.
“Dua puluh empat jam orang ke sini, ada yang sampai malam karena langsung ke rumah,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis