RADAR JEMBER - Jembatan darurat penghubung Desa Leprak dan Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Bondowoso, ambruk Selasa (13/1/2026) malam.
Derasnya arus sungai akibat curah hujan tinggi menjadi pemicu runtuhnya jembatan yang selama ini menjadi akses vital warga.
Jembatan tersebut sejatinya sudah berstatus darurat sejak Februari 2025.
Saat itu, banjir merusak jembatan utama sehingga dipasang jembatan sementara berbahan rel untuk distribusi bantuan. Namun hingga kini, jembatan permanen tak kunjung dibangun.
Akibatnya, konstruksi darurat itu kembali tak mampu menahan terjangan air.
Jembatan dengan panjang 6 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,6 meter itu kini tak lagi bisa dilalui.
Dalam sejumlah video yang beredar, pengendara roda dua tampak menuntun sepeda motornya secara bergantian, dibantu warga yang berjaga, demi menghindari risiko jatuh ke sungai.
Tim BPBD Bondowoso langsung turun ke lokasi melakukan asesmen dan memasang safety line untuk mencegah warga melintas.
Akses kendaraan roda empat pun diminta ditutup total.
“Kalau hasil diskusi sementara akan membuat jembatan sementara dari kayu untuk akses roda 2,” terang Tugas Riski Bahana, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso.
Menurut Tugas, material penyangga jembatan darurat dari rel tersebut berada di tepi jalan dengan kondisi tanah yang mudah tergerus air.
Hal itu membuat struktur jembatan sangat rentan saat debit sungai meningkat.
Melihat kondisi tersebut, BPBD menyarankan kendaraan roda empat tidak melintas demi keselamatan.
Sementara itu, Plt Kalaksa BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo menyebut pihaknya telah mengajukan Surat Keputusan (SK) tanggap darurat.
Pengajuan itu dilakukan berdasarkan laporan kejadian dari Pusdalops BPBD.
“Dengan diterbitkannya SK tanggap darurat, kami bisa mengakses biaya tak terduga (BTT) untuk pembangunan jembatan darurat, baik untuk roda dua maupun roda empat,” ujarnya.
Ia menegaskan, jembatan ini merupakan akses satu-satunya warga Desa Wonoboyo menuju Kota Bondowoso.
Alternatif jalan lain memang ada, namun harus memutar jauh melalui Situbondo.
“Disepakati untuk dilakukan penanganan darurat. Sembari menunggu perubahan anggaran,” katanya.
Pagi ini, pemerintah desa bersama Pemerintah Kecamatan Klabang mulai melakukan penanganan awal dengan memasang kayu di atas rel sebagai jembatan sementara agar akses warga tidak terputus total. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis