DABASAH, Radar Ijen - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bondowoso akhirnya melakukan penataan trotoar di kawasan alun-alun kota.
Penataan ini difokuskan pada pelebaran jogging track demi meningkatkan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, khususnya para pelari yang rutin memanfaatkan area tersebut.
Plt Kepala DLH Bondowoso, Aries Agung Sungkowo, menjelaskan bahwa lebar jogging track nantinya mencapai empat meter.
Dengan konsep tersebut, pelebaran dipastikan tidak mengganggu bahu jalan.
“Trotoar yang sudah ada lebarnya tiga meter, kemudian kita tambah satu meter ke arah dalam, sehingga totalnya menjadi empat meter,” ujarnya.
Menurut Aries, pelebaran ini dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan, terutama kekhawatiran pelari yang terserempet kendaraan bermotor.
Dengan lebar yang memadai, para pelari tidak perlu lagi turun ke badan jalan saat berolahraga, sehingga aspek keselamatan bisa lebih terjamin.
Ia menegaskan bahwa pada tahun ini renovasi kawasan alun-alun masih difokuskan pada jogging track.
Belum ada rencana penambahan fasilitas olahraga lainnya karena pemerintah ingin memaksimalkan fungsi lintasan lari yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Penggunaan jogging track sendiri diatur pada pagi dan sore hari.
“Pada jam tersebut PKL belum diperbolehkan membuka lapak agar aktivitas jogging tidak terganggu dan tetap aman bagi para pelari.” ujarnya.
Namun demikian, DLH tetap memberikan ruang bagi PKL untuk beraktivitas pada malam hari.
Berdasarkan surat edaran yang telah dikeluarkan, PKL diperkenankan membuka lapak mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB di area yang telah ditentukan.
Selain itu, area parkir di sekitar lingkar alun-alun akan disterilkan dan dikosongkan.
Ia berharap penataan ini dapat menjadikan alun-alun Bondowoso sebagai ruang publik yang tertib dan ramah bagi seluruh masyarakat.
“Lingkar alun-alun yang kami khususkan sebagai jogging track ini panjangnya sekitar 800 meter, dan area parkir akan kami kosongkan agar benar-benar aman dan nyaman,” pungkasnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi