Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

UPDATE Lalin Bondowoso, Pengendara Wajib Tahu: Jalan Letnan Sudiono Diubah Menjadi Dua Arah

Ilham Wahyudi • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:29 WIB
DUA ARAH: Kondisi jalan Letnat Sudiono yang berada di simpang empat dekat kantor Pemkab Bondowoso kini sudah berlaku dua arah.
DUA ARAH: Kondisi jalan Letnat Sudiono yang berada di simpang empat dekat kantor Pemkab Bondowoso kini sudah berlaku dua arah.

DABASAH, Radar Ijen - Ledakan jumlah kendaraan bermotor memaksa Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso melakukan rekayasa arus lalu lintas.

Dalam lima bulan terakhir, data Samsat mencatat lebih dari 5.000 kendaraan baru terdaftar di Bondowoso.

Salah satu perubahan besar terjadi di Jalan Letnan Sudiono.

Sebelumnya jalan tersebut satu arah, sejak kemarin (13/1). Namun saat ini diubah menjadi dua arah. Namun perubahan tersebut belum banyak diketahui oleh warga.

Seperti yang dialami oleh Wahyu, warga Kecamatan Bondowoso.

Dia mengaku sempat ditegur oleh pengendara lain, kalau dirinya salah jalan. Ketika berhenti di persimpangan Jalan Letnan Sudiono dari arah selatan.

“Saya kaget, kok bilang salah arah. Padahal kan informasinya beredar di media sosial, bahwa jalan ini jadi dua arah sekarang,” katanya.

Dari kejadian tersebut, dia menduga banyak warga yang masih belum mengetahui perubahan tersebut.

Oleh sebab itu, dia berharap dinas terkait segera melakukan sosialisasi lebih masif.

“Saya lihat tari banyak pengendara dari arah timur yang banter, bahkan sampai melewati garis marka jalan tengah itu,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Bondowoso Sigit Purnomo menyebut, lonjakan kendaraan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya volume lalu lintas harian.

Masalahnya, tak ada penambahan ruas jalan baru.

“Maka satu-satunya langkah adalah rekayasa arus lalu lintas berdasarkan survei lalu lintas harian rata-rata,” ujarnya.

Hasil evaluasi Dishub menunjukkan, Jalan Ahmad Yani sudah berada di level C (padat). Sebaliknya, Jalan Letnan Sudiono atau Jalan Olahraga masih level A (sangat lancar).

Ketimpangan ini dinilai perlu diseimbangkan. Sebagian arus kendaraan pun dialihkan.

“Dengan pengalihan arus, beban di Jalan Ahmad Yani bisa dikurangi, sehingga pengguna jalan lebih aman dan nyaman,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Dishub kini memberlakukan arus dua arah di Jalan Letnan Sudiono. Dari pertigaan Kafe Anaga, pengendara bisa langsung melaju ke arah utara. Namun, kebijakan ini dikecualikan pada hari Minggu.

Saat Car Free Day, Jalan Letnan Sudiono diberlakukan satu arah pukul 05.00–12.00 WIB. Setelah itu, kembali dibuka dua arah.

Tak hanya mengatur arus, Dishub juga mulai menyentuh akar persoalan tata kota. Kajian akademis penataan lalu lintas telah diajukan ke BP4D, mencakup penataan PKL dan parkir yang selama ini menjadi hambatan samping.

“PKL dan parkir yang tidak tertata sangat mempengaruhi kelancaran arus. Ini harus ditangani secara komprehensif,” tegas Sigit.

Dishub juga mengantisipasi dampak dibukanya Gerbang Tol Situbondo Barat. Bondowoso diprediksi menjadi daerah lintasan utama arus kendaraan dari Jember, Banyuwangi, dan Situbondo. Ruas Situbondo–Bondowoso, Kalisat–Bondowoso Arak-arak, Jember–Bondowoso Arak-arak, hingga Ijen–Bondowoso Arak-arak diperkirakan mengalami lonjakan volume. “Karena kita belum punya jalur lingkar, semua arus akan masuk dan bertumpu di dalam kota,” ujarnya.

Karena itu, Dishub menilai penataan kota dan jaringan transportasi menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak. Termasuk pengembangan jalur lingkar dan infrastruktur pendukung seperti penerangan jalan umum (PJU).

“Rekayasa lalu lintas bukan hanya soal macet. Ini bagian dari pelayanan publik dan pemerataan pertumbuhan ekonomi, agar tidak menumpuk di pusat kota saja,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#DISHUB #dua arah #Bondowoso