Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pertamax Langka di SPBU Bondowoso, Anggota DPR RI Sentil Pertamina?

Ilham Wahyudi • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:30 WIB

 

Sejumlah SPBU swasta menolak menjual bahan bakar Pertamina karena spesifikasi dianggap tidak sesuai standar teknis. Foto: IADE-Michoko via Pixabay
Sejumlah SPBU swasta menolak menjual bahan bakar Pertamina karena spesifikasi dianggap tidak sesuai standar teknis. Foto: IADE-Michoko via Pixabay

KELANGKAAN BBM jenis Pertamax di sejumlah SPBU Bondowoso selama beberapa hari terakhir, akhirnya direspons Pertamina Patra Niaga.

Perusahaan pelat merah itu melakukan build up stock atau penambahan pasokan untuk menormalkan distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengakui, dalam beberapa hari terakhir Pertamina melakukan penyesuaian distribusi Pertamax menyesuaikan ketersediaan stok.

Membuat distribusi bahan bakar tersebut sempat tersendat.

“Sebagai upaya normalisasi, dua hari ke depan akan dilaksanakan build up stock untuk mencukupi kebutuhan Pertamax di Bondowoso,” ujarnya dalam siaran keterangan tertulis yang disampaikan kepada Jawa Pos Radar Ijen, Sabtu (10/1).

Selain itu, Pertamina Patra Niaga juga menyiapkan alih suplai dari Terminal BBM Surabaya, sembari menunggu tambahan pasokan dari kapal yang dijadwalkan sandar 13 Januari 2026.

Kapal tersebut membawa 2.000 kilo liter Pertamax menuju supply point Bondowoso di Terminal BBM Tanjung Wangi.

Ahad menegaskan, SPBU yang sempat dilaporkan kosong menjadi prioritas pengiriman. Untuk mengejar ketertinggalan distribusi, Terminal BBM kini beroperasi 24 jam penuh demi menjamin pasokan BBM di Bondowoso dan sekitarnya tetap aman. 

Sebagai langkah mitigasi, Pertamina juga memprioritaskan pengisian untuk konsumen kendaraan, serta membatasi penyaluran ke konsumen non-kendaraan guna mencegah potensi penyalahgunaan.

“Masyarakat diharapkan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan,” ucapnya.

Kelangkaan Pertamax ini sempat memicu keluhan luas dari warga. Sejumlah pemilik mobil terpaksa beralih ke Pertamax Turbo karena tidak memiliki barcode Pertalite, ditambah antrean panjang di SPBU.

Sorotan juga datang dari Anggota DPR RI Nasim Khan.

Dia juga meminta Pertamina Patra Niaga lebih serius memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM.

“Jangan sampai mengganggu aktivitas segala hal,” ujarnya.

Selain itu, politisi PKB itu juga berharap keluhan masyarakat tidak berhenti di laporan, tetapi ditindaklanjuti langsung dengan pengecekan lapangan.

Sehingga mengetahui secara pasti kondisi yang terjadi. Serta dapat menentukan kebijakan yang tepat sasaran. 

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (11/1) stok Pertamax di sejumlah SPBU mulai normal kembali.

Seperti yang terjadi di SPBU Tamansari dan SPBU Mastrip, Nangkaan. Sejumlah pengendara tampak bergantian membeli bahan bakar itu, di jalur khusus yang sudah disiapkan sebelumnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Patra Niaga #pertamax #Nasim Khan #Bondowoso