TAMANSARI, Radar Ijen - Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah S0BU di Bondowoso kehabisan stok BBM jenis pertamax.
Hal tersebut membuat sejumlah warga, mengurungkan niat untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Hingga memilih untuk mengisi Pertamax yang dijual ecer di pinggir jalan.
Jawa Pos Radar Ijen mencoba melakukan pemantauan, di sejumlah SPBU yang sempat mengalami kekosongan stok, kemarin (10/1).
Hasilnya dari dari enam SPBU yang didatangi, semua sempat kehabisan stok BBM jenis pertamax. Enam tempat itu diantaranya, SPBU Mastrip Kelurahan Nangkaan. SPBU Kota Kulon, SPBU Tamansari, SPBU Tenggarang, SPBU Tapen, dan SPBU Prajekan.
Hal tersebut membuat sejumlah warga memilih untuk mengurungkan niatnya, untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Seperti yang dilakukan oleh Firmansyah, salah seorang warga di Bondowoso.
Dia mengaku terpaksa pulang tanpa mengisi bahan bakar, akibat stok Pertamax di SPBU dekat rumahnya kosong.
“Biasa ngisi pertamax saya. Nanti kalau di SPBU masih kosong, terpaksa beli eceran,” ucapnya sembari tertawa.
Sementara itu, Candra, warga Kecamatan Bondowoso, mengatakan, dalam beberapa hari terakhir dirinya kesulitan membeli Pertamax untuk mobilnya.
Hari pertama hanya diberi tahu bahwa BBM Pertamax masih dalam proses pengiriman.
Namun beberapa hari berikutnya, petugas SPBU di Tamansari dan Kota kolun justru menyampaikan tak tahu apa penyebab Pertamax tak ada.
"Kalau pas awal-awal kemarin bilangnya masih dalam pengiriman. Barusan tanya lagi, jawabnya tak tahu," imbuhnyam
Dia menerangkan terpaksa membeli Pertamax Turbo meski harganya lebih mahal.
Dia enggan membeli Pertalite karena antriannya panjang, dan harus memiliki Barcode.
"Pertamax itu gak antri banget," jelasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Jager, Manager SPBU Tamansari, membenarkan sudah sepekan ini belum ada pengiriman Pertamax dari Pertamina.
Hal tersebut membuat, stok Pertamax di tempatnya kosong dan dipertanyakan warga.
Meski demikian, pria itu mengaku tak mendapatkan informasi lengkap mengapa belum dikirim.
Padahal dalam hari biasa, biasanya 8 Kilo Liter Pertamax rutin dikirim setiap dua hari sekali.
"Memang tidak tahu itu banyak yang kosong. Bukan cuma punya saya sih. Yang lain juga begitu," pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi