radar jember - PEMKAB kembali diuji soal tata kelola aset publik.
Taman Lalu Lintas di Kelurahan Badean, yang dibangun sebagai ruang edukasi disiplin berkendara sejak usia dini, kini berada di persimpangan, fungsi strategisnya diakui, namun perawatannya terseok karena efisiensi anggaran.
Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, menilai persoalan ini bukan sekadar kerusakan infrastruktur, tetapi celah kebijakan yang harus segera ditutup.
Sehingga aset pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, sesuai dengan ketentuan.
“Kembali ke niat pertama bangun itu. Jadi, itu taman untuk hiburan dan sekaligus untuk edukasi,” ujarnya.
Sejumlah fasilitas yang pudar bahkan rusak, menurut Sutriyono, penyebab utamanya adalah keterbatasan anggaran, pasca diterapkan efisiensi anggaran.
Ke depan, pihaknya akan menyuarakan agar pada tahun anggaran 2026, pemeliharaan taman ini kembali diperhatikan. Selain itu, instrumen pendukung seperti mobil-mobilan dan sepeda anak juga perlu dimaksimalkan.
"Problemnya memang di anggaran," katanya.
Dia juga meminta, eksekutif tetap melakukan pemeliharaan meski tanpa anggaran, sembari menyiapkan opsi kolaborasi.
Sehingga kegiatan edukasi dan bermain di tempat tersebut dapat berjalan.
“Meski tanpa anggaran, kami tetap minta dinas untuk melakukan perawatan, pemeliharaan, dan mengaktifkan kegiatan-kegiatan disana,” tegasnya.
Politisi PKB Bondowoso ini juga mendorong, agar taman lalu lintas tersebut diaktifkan dengan model kunjungan terjadwal dari PAUD, TK, bahkan SD, serta bisa diisi muatan kurikulum lokal kedisiplinan.
Menurutnya, pengelolaan berbasis jadwal akan memastikan nilai manfaat tetap terasa, sekaligus menutup peluang taman kembali terbengkalai.
“Bisa minggu ini sekolah mana, minggu depan sekolah mana gitu yang melakukan kunjungan,” tuturnya.
Selain itu, opsi kolaborasi pentahelix dengan pihak ketiga, akademisi, dan lembaga pendidikan tetap terbuka.
Namun, DPRD menegaskan bahwa kolaborasi tidak boleh jadi alasan negara abai, melainkan penguat, sementara pemerintah tetap penanggung jawab utama pemeliharaan. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi