Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mirisnya Kondisi Taman Lalin Bondowoso Sekarang, Sejumlah Fasilitas Rusak, Rumput Liar Tumbuh Subur

Ilham Wahyudi • Jumat, 9 Januari 2026 | 18:28 WIB
PUDAR: Salah seorang warga melihat kondisi Taman Lalu Lintas Bondowoso pasca dibersihkan oleh petugas Dinas Perhubungan, kemarin.
PUDAR: Salah seorang warga melihat kondisi Taman Lalu Lintas Bondowoso pasca dibersihkan oleh petugas Dinas Perhubungan, kemarin.

BADEAN, Radar Ijen - Siang itu, Taman Lalu Lintas di Kelurahan Badean tampak lengang. Angin berembus pelan, menggerakkan sisa-sisa rumput yang baru dipangkas.

Seorang pekerja baru saja menuntaskan tugasnya, memotong ilalang yang sempat meninggi dan membuat taman ini sempat menjadi perhatian.

Rumputnya kini rapi, tapi saat mata menelusur ke atas, ke tengah dan ke sudut-sudut taman, cerita lain muncul.

Rambu memudar, lampu tumbang, dan pesan edukasi yang tersendat. Lampu taman di sisi jalur mini roboh.

Bukan hanya miring, tapi rebah sepenuhnya, seperti kehilangan daya untuk menerangi. Di depannya, cat merah-putih pada rambu belok dan marka jalan anak-anak pudar, menipis, seolah dipeluk hujan berkali-kali tanpa jeda. 

Spanduk informasi yang seharusnya jadi guru kedua setelah orang tua dan sekolah, kini sobek, warnanya kusam, huruf-hurufnya kabur.

Pesan tentang disiplin berlalu lintas yang mestinya lantang, kini tinggal bisik-bisik angin.

Padahal, tempat ini sejak awal bukan dibangun sebagai ruang main-main semata. Melainkan ruang belajar hingga tempat anak-anak mengenal rambu sebelum mengenal gas motor, mengenal tertib sebelum mengenal kecepatan.

Kepala Dinas Perhubungan Bondowoso, Sigit Purnomo, menyebut fungsi itu secara gamblang. Tujuan awal dibangunnya tempat tersebut dengan anggaran Rp 600 juta itu, memang untuk memberikan edukasi tentang lalu lintas kepada generasi muda.

“Penanaman nilai-nilai kedisiplinan berlalu lintas dan berkendara sejak dini,” imbuhnya.

Tapi ia juga jujur soal kondisi yang membuat taman ini lebih sering dibicarakan ketimbang dikunjungi.

Selain sejumlah fasilitas yang mulai memudar hingga rusak dan tak layak. Sarana pendukung lainnya juga dianggap masih perlu dibenahi.

“Ya, memang sarprasnya belum bisa tercukupi karena efisiensi anggaran,” katanya.

Di Bondowoso, angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi. Karena itu, Taman Lalu Lintas Badean seharusnya jadi laboratorium mitigasi.

Namun, alih-alih lengkap dengan kendaraan edukasi, motor, mobil-mobilan, dan alat peraga, taman ini justru berkutat pada keterbatasan anggaran untuk sekadar merawat yang sudah ada. 

Dia juga menegaskan, ke depannya bangunan tersebut akan diproyeksikan bersama untuk mencari solusi.

Salah satunya melalui partisipasi konsep pentahelix, agar tidak hanya menjadi beban APBD. Kerja sama tersebut bisa dijalin dengan akademisi maupun dunia pendidikan.

"Media bisa memberikan pemahaman serta pembelajaran akan pentingnya disiplin berlalu lintas," pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#DISHUB #taman #Bondowoso