Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kunjungan Wisatawan di Kawah Ijen Bondowoso Meningkat Pada Libur Nataru Ini, Meski Magnet Utama Redup?

Ilham Wahyudi • Kamis, 1 Januari 2026 | 21:10 WIB

 

BERSIAP: Sejumlah pengunjung TWA Kawah Ijen mengabadikan momen setelah melakukan pendakian.
BERSIAP: Sejumlah pengunjung TWA Kawah Ijen mengabadikan momen setelah melakukan pendakian.

IJEN, Radar Ijen - Grafik kunjungan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) di TWA Kawah Ijen menanjak, sejak tetapi magnet utamanya, blue fire, masih hidup segan mati tak mau.

Efeknya sistemik, kunjungan turis asing anjlok, hotel dan homestay menjerit, UMKM di jalur pendakian kehilangan pasar.

Padamnya fenomena api biru yang sempat viral di berbagai platform media membuat Ijen, yang selama ini dielu-elukan sebagai ikon wisata malam kelas dunia, mendadak kehilangan panggung.

Segmen wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa dan negara di luar Asia, merosot drastis.

“Laporan dari hotel di Bondowoso dan Banyuwangi menunjukkan penurunan okupansi dibanding tahun sebelumnya,” kata Ateki Arisandi, Penjaga Situs Ijen.

Namun, momentum libur Nataru sedikit mengangkat kepala pariwisata Ijen. Berdasar data kuota daring, lonjakan kunjungan tercatat, pada 24 Desember sebanyak 800 pengunjung, 25 Desember, sebanyak 1.500 pengunjung. Puncaknya pada 26 Desember lalu, kuota 2.000 tiket online ludes diborong pengunjung. 

Sementara kunjungan wisata pada malam pergantian tahun, kemarin (1/1) tercatat ada 803 wisatawan yang berkunjung ke TWA Kawah Ijen.

Menandakan arus wisata mulai pulih, tetapi belum sepadat puncak musim libur 2024.

“Saat blue fire padam, turis asing langsung drop. Itu kan memang menjadi salah satu magnet utamanya,” imbuhnya.

Anggota Tourist Information Center Disparbudpora Bondowoso itu juga menyebut, meski belum pulih sepenuhnya. Sejumlah pendaki mulai dapat mengabdikan moment Blue Fire di Kawah Ijen.

“Tanggal 26 kemarin memang ada pendaki yang dapat blue fire, bahkan menunjukkan dokumentasinya ke saya di TIC,” ucapnya.

Pengamatan di lapangan menunjukkan wisatawan lokal paling agresif. Ateki menyebut, pada malam libur di kawasan Camp dan titik kumpul parkir, pengunjung lokal didominasi Bali, disusul Jember dan Surabaya.

Sementara wisatawan mancanegara masih didominasi Asia, terutama Tiongkok.

Jika dibandingkan momen libur yang sama tahun lalu, kunjungan akhir tahun 2025 hanya terpaut tipis, tetapi 2024 tetap lebih unggul.

“Tahun sebelumnya masih lebih ramai. Selisihnya tidak jauh, 11–12. Tapi tahun ini jelas dipengaruhi blue fire yang belum stabil. Itu pembeda terbesarnya,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#blue fire #bksda #Kawah Ijen #Bondowoso