BONDOWOSO, Radar Jember - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso menegaskan untuk terus menelaah dan meneladani perjuangan mendiang KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai fondasi kebangsaan, demokrasi, dan persaudaraan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian kegiatan haul Gus Dur yang rutin digelar PKB Bondowoso setiap tahunnya, Selasa (30/12/2025).
Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyampaikan bahwa kegiatan haul sekaligus syukuran atas ditetapkannya Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar agenda seremonial.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk berharap barokah sekaligus mengingatkan masyarakat, khususnya kader PKB, tentang peran sentral Gus Dur dalam lahirnya PKB.
"Sebagai refleksi juga untuk bisa mencerminkan tauladan dan sikap persaudaraan," katanya.
Menurut Ahmad Dhafir, PKB lahir atas prakarsa langsung Gus Dur yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU.
Dalam konteks tersebut, PKB tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan nilai-nilai perjuangan Gus Dur yang berakar kuat pada tradisi Nahdlatul Ulama.
Ia juga menyinggung momentum kembalinya NU pada khittahnya, yang menegaskan kembali jiwa dan cita-cita kelahiran NU.
Setidaknya ada dua hal mendasar, yakni tegaknya akidah Ahlussunnah wal Jamaah serta peran besar NU dalam ikut melahirkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ahmad Dhafir menilai, perjuangan Gus Dur memiliki kontribusi yang sangat besar bagi bangsa dan negara.
Gus Dur dikenal sebagai pelopor demokrasi, penggerak pluralisme, serta tokoh yang konsisten mengajarkan nilai kebersamaan dan persaudaraan di tengah keberagaman.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan berkeadaban.
Gus Dur telah memberi teladan bagaimana perbedaan tidak dijadikan sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Karena itu, Dhafir menegaskan bahwa pemikiran dan perjuangan Gus Dur sangat relevan untuk diimplementasikan di Bondowoso.
Implementasi nilai persaudaraan sebangsa, seagama, dan setanah air dinilai penting untuk kepentingan masyarakat luas, sekaligus memperkuat harmoni sosial di daerah.
"Maka dari itu, penting sekali untuk masyarakat Bondowoso bisa memperkuat ikatan persaudaraan dan keberlangsungan pembangunan," pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi