Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Bidik Kesiapan Investasi Hijau, Peluang Besar dengan Catatan Pembenahan

Faqih Humaini • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:35 WIB

 

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid
 

BLINDUNGAN, Radar Ijen - Pemkab Bondowoso mulai memposisikan investasi berkelanjutan sebagai agenda strategis jangka panjang melalui Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Dokumen ini menjadi alat ukur kesiapan daerah dalam menawarkan peluang investasi berbasis potensi riil, sekaligus menguji sejauh mana Bondowoso mampu menjawab tuntutan investor yang kini menekankan kepastian usaha, keberlanjutan lingkungan, dan dampak sosial.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa arah kebijakan investasi daerah tidak lagi berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.

“Bondowoso menawarkan investasi hijau yang teruji, berbasis sumber daya lokal, berorientasi keberlanjutan, dan memberi nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, implementasi IPRO masih memerlukan evaluasi serius, khususnya pada kesiapan ekosistem pendukung investasi.

Ketersediaan regulasi turunan, kepastian lahan, kemudahan perizinan lintas sektor, hingga kesiapan sumber daya manusia lokal menjadi catatan penting agar IPRO tidak berhenti sebagai dokumen promosi.

“Kami menyadari bahwa investasi hanya akan berjalan jika kepastian dan kemudahan benar-benar dirasakan pelaku usaha,” kata Abdul Hamid Wahid.

Pada sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah, tantangan utama terletak pada konsistensi hilirisasi. Meski sektor ini menyumbang lebih dari 28 persen PDRB dan menyerap sekitar 42 persen tenaga kerja, komoditas unggulan seperti kopi, tembakau, dan tebu masih didominasi penjualan bahan mentah.

Sementara itu, pada pilar energi terbarukan, keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen dinilai strategis dalam mendukung transisi energi bersih nasional.

Namun, pengembangan sektor ini membutuhkan tata kelola yang transparan dan mitigasi dampak lingkungan yang ketat.

“Energi terbarukan harus menjadi investasi hijau jangka panjang yang selaras dengan kepentingan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Pilar pariwisata alam dan Ijen Global Geopark juga menyimpan potensi besar, terutama pengembangan eco-tourism dan desa wisata.

Kendati demikian, kualitas infrastruktur dasar, kapasitas pengelolaan kawasan, serta konsistensi menjaga daya dukung lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah.

Tanpa perbaikan menyeluruh, pengembangan pariwisata berisiko menekan nilai konservasi yang justru menjadi keunggulan utama Bondowoso.

Catatan terakhir terletak pada konektivitas dan logistik.

Rencana reaktivasi jalur kereta api serta peningkatan akses jalan strategis dinilai krusial untuk menekan biaya distribusi dan mendukung hilirisasi.

Meski realisasi investasi Bondowoso pada 2024 tercatat mencapai Rp1,278 triliun, keberlanjutan tren positif ini sangat bergantung pada kemampuan pemerintah daerah membenahi hambatan struktural.

“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan komitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (faq/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#Abdul Hamid #reaktivasi jalur kereta api #Bupati #Bondowoso