Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gelar Rapat Kerja, Koni Bondowoso Minta Para Cabor Maksimalkan Pembinaan Untuk Porprov X Jatim

Ilham Wahyudi • Kamis, 25 Desember 2025 | 02:55 WIB
Ketua KONI Bondowoso, Adi Sutrisno memberikan arahan kepada para pengurus dan cabor yang ada di Bondowoso.
Ketua KONI Bondowoso, Adi Sutrisno memberikan arahan kepada para pengurus dan cabor yang ada di Bondowoso.

DABASAH, Radar Ijen - KONI Bondowoso menekan tombol gas di akhir 2025. Dalam Rapat Kerja (Raker) yang digelar di Aula Disparbudpora Bondowoso.

Ketua KONI Adi Sutrisno melempar pesan lugas, pembinaan atlet potensial harus dimulai dari hulu, sejak usia belia, dan berjalan tanpa putus.

Targetnya jelas, Bondowoso tak boleh sekadar jadi peserta di Porprov Jatim X 2027 Surabaya. Tapi penantang serius di papan klasemen.

Dua tahun menuju Porprov X 2027 bukan waktu panjang. Karena itu, KONI Bondowoso menuntut cabor menata sistem pembinaan atlet sejak usia dini, terukur, konsisten, dan berkelanjutan. Ini bukan rapat tahunan, ini konsolidasi mesin prestasi.

Jika pembinaan baru dimulai mendekati hari-H, hasilnya bisa ditebak, instan, rapuh, dan tanpa pondasi. Karena itu, cabor diminta membangun sistem yang berkelanjutan, bukan sekadar program musiman.

Suasana diskusi lebih mirip ruang strategi perang ketimbang rapat tahunan biasa, evaluasi Porprov IX 2025 Malang Raya, plus cetak biru menuju Porprov X 2027.

Ketua KONI, Adi Sutrisno, menegaskan Raker ini bukan seremoni penutup tahun. Ini forum konsolidasi langkah agar mesin pembinaan 2026 langsung menyala.

"Melalui Raker KONI Bondowoso 2025, kami bersama 31 Pemkab Cabor menyatukan langkah melakukan pembinaan atlet berprestasi berkelanjutan yang nantinya menjadi andalan Bondowoso pada Porprov Jatim. X 2027 di Surabaya," jelas Adi Sutrisno, Rabu (24/12/2025).

Adi bahkan menyodorkan instruksi teknis: tiap cabor wajib membentuk tim talent scouting pada 2026, memetakan atlet potensial, lalu memasukkan mereka ke program latihan terukur dan kompetisi yang bisa diukur progresnya.

"Karena itu, KONI Bondowoso meminta semua Pengkab Cabor membentuk tim talent scouting guna menjaring atlet potensial dan dibina selama 2026 lewat program latihan dan mengikuti kejuaraan yang terukur. Dengan begitu, saya yakin lahir atlet jempolan yang bisa meningkatkan prestasi olahraga Bondowoso," tambahnya.

Bukan cuma soal medali. Tapi keberlanjutan ekosistem prestasi. Menurut Adi, Bondowoso tak boleh pernah kehabisan stok atlet yang bisa bikin bangga daerah di berbagai even, khususnya Porprov.

Di sisi lain, Andrie Antonio Zola, menyoroti dampak sosial ekonomi olahraga. Prestasi atlet, katanya, adalah pintu yang bisa membuka kesejahteraan publik lebih luas.

"Olahraga tidak hanya tentang prestasi dan nama daerah, tapi juga dapat mendorong perekonomian masyarakat. Karena itu, kami berharap melalui Raker KONI ini, makin banyak muncul atlet berprestasi mengharumkan Bondowoso di event Jatim, nasional, bahkan internasional," katanya.

Dua tahun menuju Porprov X 2027 bukan waktu panjang. Karena itu, KONI Bondowoso menuntut cabor menata sistem pembinaan atlet sejak usia dini, terukur, konsisten, dan berkelanjutan. Ini bukan rapat tahunan, ini konsolidasi mesin prestasi. (ham)

Editor : M. Ainul Budi
#KONI Bondowoso #Porprov #Atlet #Pembinaaan