RADAR JEMBER – Pemkab Bondowoso mengambil langkah adaptif untuk menjaga keberlangsungan pasar hewan tradisional di tengah perubahan pola transaksi jual beli ternak.
Penyesuaian jadwal pasaran di Pasar Hewan Tamanan menjadi salah satu strategi untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi pedagang dan pelaku usaha di sektor peternakan.
Kepala UPTD Pasar pada Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Didik Muriyanto, mengatakan bahwa perubahan ini merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap menurunnya aktivitas pasar. Sebelumnya, Pasar Hewan Tamanan mengalami penurunan drastis jumlah ternak yang diperjualbelikan.
“Saat itu, jumlah sapi yang masuk pasar hanya sekitar 23 ekor. Kondisi ini jelas tidak sehat bagi keberlangsungan pasar,” ujarnya.
Menurut Didik, sepinya pasar bukan hanya berdampak pada pedagang ternak, tetapi juga memukul sektor ekonomi lain di sekitar pasar, mulai dari jasa angkut hingga pedagang kecil.
Karena itu, Diskoperindag mengajak paguyuban pedagang untuk duduk bersama mencari solusi terbaik.
Pertemuan yang digelar pada 25 September lalu menghasilkan kesepakatan penting, yakni evaluasi hari pasaran.
Dari hasil diskusi, diketahui bahwa jadwal lama berbenturan dengan pasaran di daerah lain, sehingga mengurangi minat pedagang luar daerah untuk masuk ke Bondowoso.
“Pasar hewan itu saling terhubung antarwilayah. Kalau harinya sama, pedagang tentu memilih pasar yang lebih besar. Maka kami ubah hari pasaran Tamanan dari Sabtu ke Kamis,” jelas Didik.
Perubahan tersebut bertujuan membuka peluang masuknya pedagang dari luar daerah sekaligus memperluas jaringan transaksi ternak.
Langkah ini juga dinilai mampu menjaga fungsi pasar hewan sebagai ruang transaksi terbuka yang mudah diawasi, baik dari sisi harga maupun kesehatan hewan.
Saat ini, Bondowoso memiliki empat pasar hewan aktif, yakni Kademangan, Tamanan, Wonosari, dan Kejayan.
Dua pasar terakhir lebih difokuskan untuk kambing dan burung, sementara Tamanan dan Kademangan menjadi sentra perdagangan sapi dan ternak campuran.
Hasil dari perubahan jadwal mulai terlihat. Aktivitas pasar kembali menggeliat, dengan pembagian hari yang lebih terfokus.
“Hari Kamis untuk sapi, Sabtu untuk kambing. Alhamdulillah, transaksi kembali berjalan dan pasar mulai hidup,” pungkas Didik. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis