KOTA KULON, Radar Ijen - Kekerasan terhadap anak, khususnya di lingkungan sekolah, masih menjadi persoalan serius yang memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk anak-anak itu sendiri.
Dinas Sosial P3AKB Bondowoso menekankan pentingnya peran strategis Forum Anak Bondowoso (FAB) sebagai penggerak perubahan dalam menciptakan ruang aman bagi anak.
Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, Mohammad Imron, menegaskan bahwa menjadi bagian dari Forum Anak bukan sekadar aktivitas organisasi atau simbol prestise.
Lebih dari itu, FAB diharapkan mampu menjadi representasi suara ribuan anak Bondowoso yang selama ini belum berani menyampaikan persoalan yang mereka alami.
"Maka sangat penting agar FAB ini bisa menyuarakan atau penggerak lawan kasus kekerasan," katanya.
Imron mengungkapkan, sekolah yang seharusnya menjadi tempat paling aman justru kerap menjadi lokasi terjadinya kekerasan terhadap anak.
Perundungan masih sering dianggap candaan, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, prestasi belajar, bahkan keselamatan jiwa anak.
“Bullying adalah bentuk kekerasan dan pelanggaran hak anak. Dampaknya tidak sederhana, bisa menimbulkan trauma jangka panjang,” bebernya.
Untuk itu, ia menekankan peran 2P yang harus dijalankan secara nyata oleh Forum Anak, yakni sebagai Pelopor dan Pelapor.
Sebagai Pelopor, anak-anak diminta berani berdiri di garis depan untuk merangkul teman yang tersisih serta menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan mereka.
“Keberanian sejati bukan dengan mengejek atau menyakiti, tetapi dengan melindungi dan membela,” ujarnya.
Sementara sebagai Pelapor, Forum Anak diharapkan menjadi mata dan telinga pemerintah di sekolah. Setiap indikasi kekerasan, baik yang tampak maupun tersembunyi, diminta untuk tidak dibiarkan dan segera dilaporkan melalui mekanisme yang tersedia.
Imron juga mengingatkan pentingnya pemahaman tentang empat bentuk perundungan fisik, verbal, sosial, dan siber serta mendorong penerapan kebijakan Zero Tolerance terhadap kekerasan di sekolah.
Ia berharap peran aktif Forum Anak mampu menekan angka kekerasan sekaligus mendorong terwujudnya sekolah ramah anak di Kabupaten Bondowoso. (faq)
Editor : M. Ainul Budi