DABASAH, Radar Ijen - Tahapan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bondowoso kini memasuki fase asesmen. Proses ini menjadi bagian krusial untuk memetakan kompetensi dan integritas para calon pejabat yang akan mengisi posisi strategis di lingkungan pemerintah daerah.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Bondowoso, Fathur Rozi, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan secara menyeluruh terhadap peserta.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pada aspek psikologis, kemampuan analisis, hingga penyelesaian masalah yang dihadapi dalam tugas kepemimpinan.
“Yang diasesmen itu banyak hal. Yang pasti pengukuran kemampuan dan kompetensi bidang. Ada tes psikologi, problem solving, numerik, dan beberapa instrumen lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, peserta asesmen hadir secara bergantian atau bergelombang untuk ke Surabaya untuk mengikuti seluruh rangkaian tes.
Setiap peserta harus menjalani asesmen yang cukup panjang, dimulai sejak pukul 07.30 hingga sekitar pukul 19.00 WIB, karena harus melalui penilaian dari sembilan asesor.
Fathur Rozi menambahkan, sembilan asesor tersebut didatangkan langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Keterlibatan asesor nasional ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas dan standar penilaian agar sesuai dengan ketentuan seleksi JPTP yang berlaku secara nasional.
Agenda asesmen ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (19/12) hingga Sabtu.
Setelah tahapan asesmen rampung, para peserta masih harus mengikuti tahapan lanjutan berupa seleksi atau tes wawancara oleh panitia seleksi.
Meski demikian, Fathur Rozi menegaskan bahwa jadwal setiap tahapan tidak bersifat paten dan dapat berubah sewaktu-waktu.
Hal ini disebabkan keterlibatan tim pansel lintas instansi, mulai dari unsur pusat di Jakarta hingga perwakilan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi dirancang untuk menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.
“Kami membutuhkan orang-orang yang kompeten dan berintegritas. Kompeten saja tidak cukup kalau tidak berintegritas,” pungkasnya. (faq)
Editor : M. Ainul Budi