RADAR JEMBER - Pemkab Bondowoso memperkuat daya tahan ekonomi di tengah dinamika harga dan kebutuhan masyarakat melalui optimalisasi dua instrumen strategis, Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TP2D) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, membuka pertemuan high level meeting dengan tujuan pengendalian harga dan inflasi.
Kali ini bakal memaksimalkan peran TP2D-TPID untuk menjaga stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, tantangan ekonomi lokal tidak bisa diatasi oleh satu pihak saja, sehingga sinergi antarlembaga menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dan pengendalian harga berjalan beriringan.
TP2D dan TPID bukan sekadar struktur organisasi saja.
“Tetapi menjadi motor penggerak kebijakan yang langsung berdampak pada kesejahteraan rakyat.” bebernya.
Bupati Hamid menyoroti perkembangan indikator ekonomi Bondowoso yang menunjukkan tren pertumbuhan positif, namun masih menghadapi tekanan terutama pada harga bahan pokok.
“Stabilitas harga pangan merupakan prioritas utama kami karena berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat. TPID harus bergerak cepat dan tepat,” ujarnya.
Untuk memperkuat peran TPID, pemerintah daerah bersama Bank Indonesia intens memantau kondisi pasar melalui data harian dan koordinasi antarlembaga demi memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok vital di seluruh wilayah Kabupaten Bondowoso.
Bupati menambahkan, ini bukan hanya soal angka inflasi, tetapi soal hidup sehari-hari masyarakat yang membutuhkan kepastian harga.
Bupati juga mencatat pentingnya TP2D dalam mengakselerasi pertumbuhan sektor riil ekonomi.
Ia meminta agar tim ini lebih proaktif mendorong percepatan investasi, memperkuat produktivitas sektor unggulan seperti pertanian dan UMKM, serta memfasilitasi kolaborasi dengan pelaku usaha dan lembaga pembiayaan.
“Sinergi antara kebijakan pemerintah dan kekuatan pasar harus dibangun untuk membangkitkan ekonomi lokal,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Hamid mengingatkan bahwa penguatan ekonomi bukan sekadar target angka di statistik, tetapi harus dirasakan langsung oleh masyarakat, baik melalui lapangan kerja, peningkatan produktivitas, maupun daya beli.
Untuk itu, ia menekankan TP2D dan TPID agar senantiasa inovatif dalam strategi pelaksanaan program. (faq/fid)
Editor : Adeapryanis