Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jelang Momen Libur Natal dan Tahun Baru, Objek Wisata di Bondowoso Siap Jadi Jujugan Utama Pengunjung, Perketat Keamanan Destinasi Wisata

Ilham Wahyudi • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:42 WIB

 

MENAKJUBKAN: Pesona keindahan kawasan pegunungan dan kawah Ijen yang masih menyimpan segudang misteri.
MENAKJUBKAN: Pesona keindahan kawasan pegunungan dan kawah Ijen yang masih menyimpan segudang misteri.

radar jember - PEMKAB Bondowoso menegaskan kesiapan sektor pariwisata menghadapi libur Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

Meski cuaca ekstrem masih mengintai, destinasi wisata, khususnya wisata alam dan berbasis air, dipastikan tetap beroperasi dengan penekanan pada aspek keselamatan pengunjung.

Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso Yuni Dwi Sri Handayani menyebut, Kementerian Pariwisata telah mengeluarkan surat edaran, serta melakukan koordinasi lintas kementerian dan pengelola destinasi. 


Termasuk mengikuti rapat daring bersama Kementerian Pariwisata dan Kementerian terkait untuk mematangkan kesiapan Nataru. Sejak awal mereka mengaku menekankan koordinasi dengan hotel dan pengelola destinasi.

“Prinsipnya preventif, mengantisipasi kemungkinan sekecil apapun kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.

Disparbudpora Bondowoso juga telah mengundang para pengelola destinasi, terutama wisata berbasis air dan wisata minat khusus, agar benar-benar siap menerima lonjakan kunjungan. Aspek Standar Operasional Prosedur (SOP) menjadi perhatian utama.

“Wisata air ini kami tekankan harus ekstra ketat. Pengunjung sering kali abai, apalagi yang membawa anak kecil,” ujarnya.

Menurutnya, setiap destinasi wajib memastikan petugas siaga di titik-titik rawan. Pengunjung juga harus mendapatkan penjelasan sejak awal sebelum memasuki area wisata, sesuai SOP masing-masing pengelola.

Untuk destinasi swasta, pengelola diminta memastikan SOP internal dijalankan tanpa kompromi.

Terkait cuaca ekstrem, Disparpora mengaku terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Hingga kini, belum ada kebijakan penutupan destinasi wisata alam selama Nataru.

“Informasi sementara masih dibuka. Belum ada ketentuan penutupan. Tapi kami tekankan ke pengelola agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak merencanakan perjalanan wisata. Jika kondisi cuaca dinilai tidak aman, pengunjung diminta menunda perjalanan demi keselamatan.

“Silakan berwisata, tapi pilih momen yang tepat. Kalau cuaca ekstrem, lebih baik ditunda,” imbuhnya.
Dari total 42 destinasi wisata di Bondowoso, sekitar 60 persen merupakan wisata alam. Sementara enam destinasi yang dikelola langsung Pemkab hampir seluruhnya berbasis alam, dengan satu diantaranya wisata air panas. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#nataru #Kawah Ijen #libur #Bondowoso