Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Langkah Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 Dishub Bondowoso Siapkan Beberapa Skema Alternatif, Mulai Antisipasi Perkiraan Lonjakan Arus Lalu Lintas 

Ilham Wahyudi • Kamis, 18 Desember 2025 | 20:40 WIB

 

DIPREDIKSI NAIK: Sejumlah pengendara berhenti di salah satu perempatan di Bondowoso, beberapa waktu lalu. Diprediksi lonjakan arus lalin di akhir tahun bisa saja naik.
DIPREDIKSI NAIK: Sejumlah pengendara berhenti di salah satu perempatan di Bondowoso, beberapa waktu lalu. Diprediksi lonjakan arus lalin di akhir tahun bisa saja naik.

DABASAH, Radar Ijen - Libur Natal dan Tahun Baru selalu datang bersama dua hal yang tak terpisahkan: euforia perjalanan dan lonjakan kendaraan di jalan raya.

Di Bondowoso, sinyal itu sudah terbaca lebih awal. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bondowoso memprediksi peningkatan arus lalu lintas hingga 80 persen selama momen Nataru 2025.

Prediksi itu bukan sekadar perkiraan kasar. Kepala Dishub Bondowoso, Sigit Purnomo, menyebut angka tersebut muncul setelah pihaknya melakukan rapat koordinasi lintas sektor bersama kepolisian dan stakeholder terkait di Aula Polres Bondowoso, Selasa (16/12).

Lonjakan ini diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas warga, baik yang bepergian ke luar daerah maupun arus masuk wisatawan dan pemudik yang melintasi Bondowoso. Karena itu, Dishub tak ingin kecolongan.

Sejumlah langkah antisipatif pun disiapkan. Bersama Satlantas Polres Bondowoso, Dishub melakukan penataan menyeluruh mulai dari perbaikan penerangan jalan umum (PJU), pembenahan sarana dan prasarana jalan, hingga operasi gabungan dalam rangka mendukung Operasi Lilin Semeru 2025.

“Langkah-langkah ini kita lakukan secara terpadu agar arus lalu lintas selama Nataru tetap aman dan lancar,” jelasnya.

Namun, kesiapan pemerintah tak akan berarti tanpa peran pengendara.

Sigit menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan, terlebih saat menempuh perjalanan jarak jauh di tengah padatnya lalu lintas akhir tahun.

“Perhatikan kelaikan kendaraan, patuhi rambu lalu lintas, dan jangan lupa berdoa sebelum perjalanan. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.

Selain kepadatan kendaraan, faktor alam juga menjadi perhatian serius.

Cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi membuat Dishub mengingatkan warga agar lebih waspada.

Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi milik BNPB yang menyediakan informasi potensi bahaya di wilayah tertentu sebagai langkah mitigasi dini.

Di sisi lain, perhatian Dishub juga tertuju pada kondisi infrastruktur.

Retakan yang terjadi di Jembatan Nangkaan langsung ditangani dengan langkah cepat.

Begitu laporan diterima dari BPBD, Dishub segera memasang barrier untuk mencegah risiko kecelakaan dan kerusakan lanjutan. “Begitu ada laporan dari BPBD, kami langsung pasang barrier. Saat ini kami masih menunggu hasil asesmen dari PU Provinsi Jawa Timur,” ungkapnya.

Tak berhenti di situ, Dishub bersama Satlantas Polres Bondowoso telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas.

Jika asesmen teknis merekomendasikan perbaikan yang berdampak pada pembatasan atau penutupan akses jembatan, langkah pengalihan arus siap diberlakukan.

“Semua skema sudah kami siapkan. Jika nanti diperlukan perbaikan dan penutupan, maka rekayasa lalu lintas akan segera diterapkan sesuai hasil asesmen PU Provinsi,” pungkasnya. (ham/bud)

 

Editor : M. Ainul Budi
#nataru #DISHUB #Bondowoso