Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Stok Darah PMI di Bondowoso Menipis

Ilham Wahyudi • Selasa, 16 Desember 2025 | 16:08 WIB

TERBATAS: Petugas PMI Bondowoso memeriksa ketersediaan darah yang disimpan ditempat khusus.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
TERBATAS: Petugas PMI Bondowoso memeriksa ketersediaan darah yang disimpan ditempat khusus.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER – Stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso kian menipis.

Hingga kemarin (13/12), total persediaan darah hanya tersisa 125 kantong untuk seluruh golongan.

Terdiri dari golongan darah A sebanyak 58 kantong, golongan darah B 27 kantong, golongan darah O 19 kantong, dan golongan darah AB 21 kantong.

Jumlah tersebut dinilai rawan, mengingat tingginya permintaan darah pada Desember ini.

Ketua PMI Bondowoso Juni Sukarno menjelaskan, menipisnya stok bukan karena minimnya donor, melainkan lonjakan permintaan darah.

PMI Bondowoso tidak hanya melayani kebutuhan rumah sakit di wilayahnya, tetapi juga enam kabupaten/kota lain yang masuk jejaring pelayanan.

“Semua ya. Jadi bukan tidak ada, tapi memang menipis,” ujarnya.

Enam daerah yang dilayani PMI Bondowoso meliputi Kabupaten Jember, Banyuwangi, Lumajang, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, serta Kota Probolinggo.

Menurut Juni, penggunaan darah paling banyak akhir-akhir ini untuk penanganan operasi penyakit dalam, hemodialisis atau cuci darah, kemoterapi, serta pasien thalasemia atau kelainan darah bawaan.

“Untuk detail peruntukan medisnya rumah sakit yang lebih tahu,” ujar pria yang tercatat telah 70 kali mendonorkan darahnya itu.

Untuk mengantisipasi kekosongan stok, PMI Bondowoso kini gencar melakukan jemput bola.

Mobil unit donor darah dikerahkan ke berbagai wilayah serta kelompok donor sukarela di seluruh kabupaten.

Tak hanya itu, PMI juga secara berkala menghubungi 5.423 pendonor darah aktif yang terdata.

Pendonor aktif dimaksud ialah mereka yang rutin berdonor setiap dua bulan sekali, serta pendonor usia lanjut minimal satu kali dalam setahun.

“Event-event juga terus kita lakukan. Kemarin saat HKN misalnya. Dalam satu hari bisa dua kegiatan donor,” terangnya.

Juni juga mengingatkan, donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga bagi pendonor.

Setiap kantong darah yang masuk akan melalui skrining empat penyakit, yakni HIV/AIDS, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis. “Kalau ada yang terdeteksi salah satu penyakit, darahnya langsung dimusnahkan,” pungkasnya. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#stok darah #Menipis #Bondowoso