DABASAH, Radar Ijen - Ratusan perempuan di Bondowoso, berkumpul dan melakukan senam bersama di Alun-alun RBA Ki Ronggo, tadi pagi (12/12). Tak hanya itu mereka juga kompak mendeklarasikan diri untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan. Diabadikan melalui penandatanganan bersama.
Acara tersebut merupakan rangkaian hari ibu yang akan diperingati pekan depan. Tak heran jika perempuan di Bondowoso melakukan hal itu.
Jumlah kasus yang terjadi sepanjang 2028 mencapai 28 kasus. Meski menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 31 kasus.
Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos PP3AKB) Bondowoso Hafidatullaily mengatakan, ada 28 kasus yang tercatat hingga kemarin (12/12).
Rerata adalah kasus kekerasan dalam rumah tangga, ditambah kasus penelantaran. “Rata-rata KDRT yang disebabkan oleh konflik ekonomi, menengah ke bawah,” katanya.
Untuk terus menekan angka kekerasan terhadap perempuan, dia menjelaskan, berkolaborasi dengan berbagai mitranya.
Mulai dari Fatayat, Muslimat, Aisyiyah serta organisasi perempuan lainnya.
Mereka juga melakukan pendampingan, serta tidak abai terhadap lingkungan sekitarnya.
“Misal mereka belum bisa memberikan solusi atau belum bisa mendampingi, bisa dilempar kepada kami,” imbuhnya.
Perempuan yang akrab disapa Lely itu juga menyebut, deklarasi stop kekerasan terhadap perempuan bertujuan, untuk membanhun komitmen untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan.
Dengan maraknya kasus yang terjadi di Bumi Ki Ronggo.
“Perempuan harus aman, perempuan berhak untuk bahagia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Bondowoso sekaligus ketua panitia, Nur Saidah Imron mengatakan, ada kurang lebih 500 orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Mereka merupakan perwakilan dari seluruh organisasi perempuan yang ada di Kota Tape.
“Kami berharap kedepan, kasus kekerasan terhadap perempuan semakin berkurang. Syukur-syukur sudah tidak ada lagai di Bondowoso,” tegasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi