RADAR JEMBER - Solidaritas warga Bondowoso untuk korban banjir besar di Sumatera, menunjukkan wajah terbaiknya.
Komunitas Makelar Akhirat menggelar cara tak biasa untuk menggalang donasi.
Mulai dari hadrah keliling, ngamen selama tiga hari, hingga atraksi paralayang yang melintas di atas Alun-alun Ki Bagus Asra sambil membawa spanduk besar bertuliskan “Bondowoso for Sumatera”.
Aksi kreatif itu menjadi pusat perhatian ribuan warga yang memadati alun-alun.
Bukan hanya pertunjukan, tapi seruan kemanusiaan yang ditegaskan lewat gerakan turun langsung ke jalan.
Koordinator Makelar Akhirat, Yusdeni Lanasakti, mengatakan gerakan itu melibatkan banyak pihak.
Mulai Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), komunitas hadrah, hingga Toyota Land Cruiser Club Indonesia yang lebih dulu berada di Sumatera.
Semua turun tangan tanpa komando, menggabungkan energi sosial dalam satu tujuan: membantu sesama.
"Tiga hari ngamen dan donasi digital saja sudah terkumpul sekitar Rp 80 juta lebih,” katanya.
Dari jumlah itu, sekitar Rp 40 juta masuk melalui rekening donasi, sementara Rp 30 juta lebih berasal dari aksi ngamen di titik-titik strategis kota.
Ia menegaskan, seluruh donasi adalah murni untuk korban banjir.
Sementara kebutuhan akomodasi relawan ditanggung secara swadaya oleh anggota komunitas.
Dua relawan SAR Makelar Akhirat dijadwalkan berangkat lebih dulu ke Sumatera, kemarin (10/12).
Mereka sudah melalui serangkaian seleksi, mulai kesehatan hingga kemampuan rescue.
Gelombang relawan berikutnya menyusul setelah koordinasi lapangan selesai.
“Yang daftar itu banyak, tapi untuk gelombang pertama hanya dua yang kita kirim dulu. Intinya, donasi tidak kami sentuh untuk biaya apa pun,” imbuhnya.
Menurut Yusdeni, aksi peduli ini lahir dari hati. Bencana banjir di Sumatera menelan korban ratusan jiwa.
Dampaknya, kata dia, hampir sebesar Pulau Jawa. “Kami hanya ingin hadir untuk membantu. Ini murni kemanusiaan,” pungkasnya. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis