Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perbaikan Ratusan RTLH di Bondowoso Rampung, Akhirnya Warga Punya Rumah Layak Huni

Faqih Humaini • Rabu, 10 Desember 2025 | 13:33 WIB

DIPERBAIKI: Petugas saat memperbaiki rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)
DIPERBAIKI: Petugas saat memperbaiki rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni.(FAQIH HUMAINI/RADAR IJEN)

 

RADAR JEMBER -  Pemkab Bondowoso terus memacu penguatan layanan dasar pada sektor perumahan dan air bersih.

Tahun ini, menjadi momen percepatan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), sekaligus upaya menahan perluasan kawasan kumuh, terutama di wilayah desa dan pinggiran kota.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Bondowoso, Dadan Kurniawan mengatakan, pembangunan pemukiman tahun ini diarahkan untuk mendorong kualitas hunian.

Termasuk mengendalikan titik-titik kawasan kumuh berukuran kecil di luar kawasan perkotaan.

“Kualitas hunian yang layak dan berkualitas, itu fokus kami," katanya.

Sebanyak 134 unit RTLH diperbaiki melalui skema bantuan Rp 20 juta per rumah. Program ini mencakup 54 desa/kelurahan di 20 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, 60 unit diserahkan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam kegiatan di Desa Curahpoh, Kecamatan Curahdami kemarin (8/12).

Dadan menjelaskan, pelaksanaan program mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang Perubahan APBD serta dua keputusan kepala dinas yang menetapkan lokasi dan calon penerima. Ia memastikan proses verifikasi berjalan ketat agar bantuan tepat sasaran.

Fokus penguatan layanan dasar juga terlihat dari peresmian Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) Curahpoh.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) desa itu kini memiliki 125 sambungan rumah tangga pada tahap awal pemanfaatan.

"Sangat berguna, apalagi saat dalam kondisi kemarau yang berkepanjangan," ucapnya.

Menurutnya, keberadaan HIPPAM menjadi kunci keberlanjutan layanan karena mencakup pemanfaatan, perawatan, hingga pengamanan aset air minum.

Ia juga menyebut Pemkab telah menerbitkan 240 PBG gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk 36 PBG untuk RTLH, 4 untuk program Pramuka, dan 200 untuk perumahan pengembang.

Ia menegaskan bahwa penerbitan PBG kini dipercepat dari 10 hari menjadi hanya 10 jam setelah berkas lengkap.

“Percepatan ini harus sejalan dengan peningkatan mutu bangunan, bukan sekadar memangkas birokrasi,” pungkasnya. (faq/fid)

Editor : Adeapryanis
#RLTH #Bondowoso