Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

GAWAT! Pelajar di Bondowoso Terdeteksi HIV, Faktor Dominannya Malah dari Hubungan Sesama Jenis?

Ilham Wahyudi • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:20 WIB

ILUSTRASI: Kasus HIV/AIDS di Bondowoso masih jadi perhatian. Terlebih beberapa kelompok orang yang sudah dipetakan.
ILUSTRASI: Kasus HIV/AIDS di Bondowoso masih jadi perhatian. Terlebih beberapa kelompok orang yang sudah dipetakan.
 

KADEMANGAN, Radar Ijen - Temuan pelajar positif HIV di Bondowoso menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso mencatat, penularan virus mematikan itu kini merambah usia remaja, dipicu perilaku hubungan berisiko serta kurangnya edukasi seks aman di lingkungan sekolah.

Temuan kasus HIV/AIDS di Bondowoso kembali mengkhawatirkan.

Dinkes mencatat, penyebaran virus mematikan itu kini juga menjangkiti pelajar. Salah satu faktor pemicunya adalah perilaku hubungan sesama jenis atau LSL (Lelaki Seks Lelaki).

Plt Kepala Dinkes Bondowoso, dr Arief Sudibyo mengatakan peningkatan kasus HIV menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Karena itu, pihaknya memperluas cakupan skrining untuk mendeteksi penularan sejak dini.

“Kami menargetkan 13 ribu orang untuk diskrining. Saat ini sudah lebih dari 14 ribu yang menjalani pemeriksaan,” ujarnya.

Sejak awal pendataan hingga 2025, total kumulatif kasus HIV di Bondowoso mencapai sekitar seribu orang. Namun dr Arief belum merinci angka khusus sepanjang 2025.

Untuk mencegah penularan, Dinkes gencar menyasar sekolah melalui edukasi dan sosialisasi.

“Sekolah adalah tempat generasi penerus. Pemahaman sejak dini penting untuk memutus rantai penyebaran,” jelasnya.

Selain itu, skrining wajib diberlakukan bagi calon pengantin serta ibu hamil. Pendonor darah di PMI juga rutin menjalani pemeriksaan, sehingga potensi penularan bisa dipantau.

Menurut dr Arief, mayoritas kasus dipicu hubungan seksual berisiko.

Penularan juga terjadi pada warga yang bekerja di luar daerah dan pulang dalam keadaan sakit berat.

“Biasanya kerja di luar, terjangkit, lalu pulang karena tidak ada yang merawat,” tuturnya.

Yang cukup mencengangkan, penyintas HIV juga ditemukan dari kalangan pelajar. Ada pelajar yang positif akibat hubungan sesama jenis. Kelompok usia paling dominan terjangkit HIV di Bondowoso adalah usia produktif.

Karena itu, Dinkes menegaskan pentingnya deteksi dini, edukasi perilaku aman, serta pemeriksaan rutin untuk menekan kasus baru. (ham/bud)

Situasi HIV Bondowoso 2025

- Situasi Umum
Total kumulatif kasus hingga 2025: kurang lebih 1.000 orang
Kasus 2025: belum dirinci Dinkes
Kelompok usia paling terdampak: usia produktif

- Skrining Dinkes 2025
Target: 13.000 orang
Realisasi: 14.000+ orang

- Fakta Baru
Pelajar terdata positif HIV
Faktor dominan: hubungan sesama jenis (LSL)

- Jalur Penularan Utama
Hubungan seksual berisiko
Jarum suntik
Transfusi darah
Ibu hamil ke bayi
Pekerja luar kota yang pulang dalam kondisi sakit

- Upaya Pencegahan
Edukasi dan sosialisasi di sekolah
Skrining calon pengantin
Skrining ibu hamil
Pemeriksaan pendonor darah di PMI
Edukasi perilaku seks aman dan pencegahan penularan

*SUMBER: Diolah dari berbagai sumber

Editor : M. Ainul Budi
#DINKES #hiv #Bondowoso