CURAHPOH, Radar Ijen - Puluhan warga Bondowoso akhirnya bisa bernafas lega. Setelah bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak, mereka kini resmi menerima hunian baru dari Pemkab.
Program prioritas nasional yang dijalankan Dinas Perkim Ciptaru itu menjadi bukti bahwa layanan dasar masyarakat terus diperkuat, sekaligus menjadi langkah nyata menekan angka kemiskinan di daerah.
Upaya Pemkab Bondowoso meningkatkan layanan dasar kembali ditegaskan lewat penyerahan puluhan unit rumah layak huni kepada warga berpenghasilan rendah.
Program yang dikerjakan Dinas Perkim Ciptaru itu menjadi bagian dari agenda prioritas nasional dalam pemenuhan hunian yang sehat dan aman.
Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menuturkan penyediaan rumah layak huni merupakan pondasi penting, peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, warga yang selama ini tinggal di rumah tidak layak harus mendapatkan intervensi konkret dari pemerintah.
“Kami ingin memastikan masyarakat yang hari ini masih tinggal di rumah tidak layak dapat memperoleh rumah yang lebih layak,” ujarnya.
Rozi menegaskan bahwa penentuan penerima manfaat tidak dilakukan sembarangan. Ada asesmen ketat untuk memastikan calon penerima benar-benar layak. “Tidak serta-merta. Ada indikator yang digunakan agar bantuan tepat sasaran,” katanya.
Total 134 unit rumah dibangun di Bondowoso pada tahun ini. Sebanyak 60 unit diserahterimakan dalam tahap pertama tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar percepatan pembangunan dapat berjalan optimal.
Selain pemerintah, dukungan Baznas dan pemerintah desa dinilai dapat mempercepat penanganan kebutuhan dasar masyarakat.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dengan kolaborasi, insyaallah percepatan pembangunan bisa dilakukan,” tegasnya.
Rozi tak menutup mata bahwa angka kemiskinan Bondowoso masih cukup tinggi. Meski bukan yang tertinggi di Jawa Timur, persoalan ini membutuhkan pendekatan komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi. Ada pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar lainnya yang berpengaruh,” pungkasnya. (ham/bud)
Editor : M. Ainul Budi