RADAR JEMBER - Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepala SMK Negeri 3 Bondowoso telah selesai dilakukan langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur wilayah Bondowoso.
Acara yang digelar Senin (08/12) di aula sekolah tersebut juga dihadiri oleh Kasubag, Kasi SMK, kepala SMKN/SMAN/PK-PLK, komite sekolah, dan juga disaksikan oleh ratusan guru.
Kacabdindik Slamet Riyadi dalam arahannya menyampaikan bahwa kegiatan sertijab sebagai tindak lanjut promosi dan rotasi kepala sekolah adalah hal biasa dan lumrah dilakukan dalam rangka penyegaran organisasi.
“Terima kasih bu Nuryakuti atas dedikasi dan kontribusi nyata dalam memajukan sekolah ini, selamat melanjutkan estafet kepemimpinan pak Doktor Daris untuk SMKN 3 Bondowoso lebih dahsyat” ujar Slamet.
Setelah dinyatakan resmi memimpin SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono dalam pernyataan pertamanya menegaskan komitmennya untuk segera melaksanakan pesan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yakni menguatkan IKI dan mewujudkan program SIKAP sebagai fokus utama.
Wakil ketua LP Ma’arif NU Bondowoso itu menjelaskan, IKI merupakan akronim dari Inisiatif, Kolaborasi, Inovasi dengan bergandengan tangan semua warga sekolah untukk menjawab dinamika global seperti; ancaman krisis pangan, ekonomi dan energi dengan terciptanya lulusan SMK yang berkualitas.
“Bersama kita kuatkan growth mindset agar muncul inisiatif, karena kunci menghadapi dinamika dunia bagi lulusan SMK berkualitas adalah kolaborasi sehingga tercipta inovasi” terang Daris.
Selanjutnya, Daris mengaku juga akan tancap gas pesan kedua Gubernur Khofifah untuk mengimplementasikan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di sekolahnya dengan memanfaatkan lahan kosongnya.
“SMKN 3 Bondowoso siap menjadi penjaga ketahanan pangan nasional sesuai program Astacita Presiden Prabowo dengan program SIKAP” imbuh Daris semangat.
Seperti diketahui, program SIKAP sendiri awalnya disebut dengan School Food Care (SFC) yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang membawa dampak ganda bagi kepala sekolah, guru, dan murid. SAKIP ke depannya tidak sekadar menjadi pembelajaran bagi siswa untuk bercocok tanam serta memahami kebutuhan dasar hidup, tetapi juga mendukung program pemerintah mengenai ketahanan pangan.
Editor : M. Ainul Budi