Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemkab Bondowoso Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru

Ilham Wahyudi • Senin, 8 Desember 2025 | 12:11 WIB

MASIH AMAN: Tim Satgas pangan Bondowoso saat melakukan pemantauan di sejumlah toko, beberapa waktu lalu.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)
MASIH AMAN: Tim Satgas pangan Bondowoso saat melakukan pemantauan di sejumlah toko, beberapa waktu lalu.(ILHAM WAHYUDI/RADAR IJEN)

RADAR JEMBER - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemkab Bondowoso mulai memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga, terutama pada komoditas sensitif seperti cabai, beras, ayam, dan telur.

Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, Dwi Hariyadi mengatakan, monitoring dilakukan secara berlapis di seluruh rantai pasok.

Mulai dari penggilingan padi, distributor, ritel modern, pasar tradisional hingga koordinasi intens dengan Bulog.

“Kami bergerak cepat agar jelang Nataru tidak terjadi gejolak harga. Pengawasan stok dan distribusi diperketat,” katanya.

Dari hasil monitoring, komoditas cabai menjadi yang paling menunjukkan grafik kenaikan.

Penyebabnya, stok dari petani lokal menurun akibat cuaca, sementara permintaan tetap stabil.

“Ketersediaan dari petani menyusut, ini mendorong harga naik. Namun kenaikannya masih kami kendalikan melalui pemantauan harian,” jelasnya.

Sedangkan untuk beras, Diskoperindag memastikan mayoritas ritel modern menjual sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Pada tingkat penggilingan, harganya bahkan masih berada di bawah HET dengan stok yang dinilai aman.

Meski begitu, masih ditemukan sebagian pedagang kecil yang menjual sedikit di atas HET karena mengambil stok dari sesama pedagang.

“Ini yang terus kami tertibkan agar tidak terjadi disparitas harga,” tambahnya.

Diskoperindag juga menyiapkan operasi pasar murah sebagai langkah stabilisasi. Kegiatan serupa telah dilakukan akhir November dan akan digelar lagi pada pekan kedua Desember.

“Operasi pasar menjadi tameng utama agar masyarakat tetap mendapat barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Dengan pengawasan ketat, pemantauan harian, dan dukungan operasi pasar, Diskoperindag memastikan stok kebutuhan pokok Bondowoso berada pada level aman.

“Kami pastikan tidak ada kelangkaan dan tidak ada lonjakan harga yang mengganggu daya beli masyarakat,” pungkasnya. (ham/fid)

Editor : Adeapryanis
#nataru #bapokting #harga naik #Harga Naik Jelang Nataru