RADAR JEMBER - Cuaca ekstrim menerjang Bondowoso pada kemarin (4/12).
Angin puting beliung disertai hujan deras, bahkan hujan es di salah satu wilayah. Peristiwa tersebut menyapu sedikitnya tujuh desa di dua kecamatan.
BPBD mencatat 110 rumah rusak, puluhan pohon tumbang, hingga fasilitas umum ikut terdampak.
Desa yang paling parah dihantam berada di Kecamatan Jambesari Darus Sholah. Diantaranya Desa Jambesari, Jambeanom, Pengarang, Tegal pasir, Sumber Jeruk, dan Pucang Anom.
Sementara di Kecamatan Pujer, Desa Mengok juga dilaporkan terdampak. Tak berhenti di situ, data terbaru menunjukkan angin kencang juga merusak dua rumah di Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari.
Kabid Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana mengatakan, selain puting beliung, hujan es juga terjadi di Desa Jambe Anom kurang lebih pukul 14.30.
Fenomena langka memicu kepanikan warga. “Awalnya angin kencang. Terus hujan deras, lima menit kemudian langsung puting beliung sama esnya. Esnya bulat-bulat,” kata Hanifah (43), warga setempat.
Puluhan pohon tumbang melintang di jalan desa, menimpa rumah dan kandang ternak.
Dua ekor sapi tertimpa pohon dan dievakuasi petugas.
Petugas tampak berjibaku memotong dan membersihkan pohon yang menghalangi jalan.
Di Tlogosari, puting beliung membuat warga berlarian menyelamatkan diri.
Tipyani (67), warga Desa Gunosari, jatuh saat panik melarikan diri karena atap rumahnya tersapu angin. Selain rumah Tipyani, rumah milik Muhadi juga rusak di bagian atap.
“Embah itu lari, terus jatuh. Tangannya patah,” ujar Dyan Raka, Kades Gunosari.
Tak hanya rumah warga, satu fasilitas pelayanan pangan juga rusak berat.
Dapur SPPG Al Hidayah di Jambesari diterjang angin hingga atap ruang kantor dan lobi tercabut.
Dampaknya cukup serius, 2 komputer dan 1 printer mati total, beberapa meja tertimpa reruntuhan batako, air hujan masuk ke ruang produksi.
BPBD, TNI, Polri, PMI, Damkar, pemerintah desa dan kecamatan berjibaku melakukan evakuasi.
Bahkan, proses pembersihan pohon tumbang di Desa Tegal Pasir dilakukan dalam kondisi gelap gulita akibat listrik padam sejak pukul 18.00 WIB. (ham/fid)
Editor : Adeapryanis