BADEAN, Radar Ijen - Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bondowoso dari sektor kesehatan kini memasuki tahap yang lebih serius. Tidak hanya RSUD dr. Koesnadi yang memperluas layanan, tetapi juga puskesmas yang dalam waktu dekat berstatus BLUD akan dituntut lebih mandiri dalam menggali potensi pendapatan.
Direktur RSUD Koesnadi, dr. Yus Priyatna, menegaskan bahwa langkah memperkuat layanan merupakan kunci agar rumah sakit tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga memperkuat kontribusi PAD.
Ia mengungkapkan, penambahan dokter spesialis menjadi salah satu fokus utama untuk memperluas jenis layanan dan operasi.
“Semakin lengkap dan kompetitif layanan yang tersedia, semakin besar peluang rumah sakit untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Yus menyampaikan bahwa saat ini rumah sakit telah memiliki 40 dokter spesialis yang aktif, dengan tambahan delapan lainnya yang sedang menempuh pendidikan dan akan kembali bertugas.
Lonjakan formasi tenaga medis ini diyakini memperbesar peluang RSUD menghadirkan layanan yang selama ini belum dapat diberikan.
“Total bisa mencapai 50 dokter spesialis, dan itu akan mengubah banyak hal dalam kapasitas layanan rumah sakit,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Arief Soedibyo, menyampaikan bahwa DPRD menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi di puskesmas yang akan beralih menjadi BLUD.
Menurutnya, puskesmas tidak hanya menjadi fasilitas layanan dasar, tetapi harus mampu mengoptimalkan setiap potensi legal yang bisa menambah PAD.
“Mulai dari retribusi parkir, layanan tambahan seperti pijat bayi, hingga inovasi pelayanan lainnya yang memberi nilai tambah bagi masyarakat,” terangnya. (faq/bud)
Editor : M. Ainul Budi