Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Lanjutan Puluhan Pelajar di Bondowoso Keracunan MBG, Susu Kedelai Misterius Jadi Penyebab Utama? Owner SPPG Berkilah

Ilham Wahyudi • Sabtu, 6 Desember 2025 | 01:16 WIB


SIAP SIAGA: Suasana di depan Puskesmas Sumber Wringin beberapa hari lalu usai puluhan siswa keracunan MBG.
SIAP SIAGA: Suasana di depan Puskesmas Sumber Wringin beberapa hari lalu usai puluhan siswa keracunan MBG.

SUKOREJO, Radar Ijen – Dugaan penyebab puluhan siswa muntah-muntah di Kecamatan Sumber Wringin mulai terang.

Sebuah susu kedelai misterius yang masuk tanpa prosedur pembelian resmi, diduga kuat menjadi biang kerok insiden yang membuat kegiatan belajar sempat kacau.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Owner Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Al Hidayah 3 Desa Sukerejo, Angwar, usai mengecek kondisi sejumlah siswa yang menjadi korban.

Menurutnya, mayoritas siswa yang sakit langsung meminum susu kedelai tersebut tanpa terlebih dulu menyantap nasi dan lauk dari ompreng MBG.

“Anak-anak itu belum makan apa pun. Mereka langsung minum susu kedelai itu dan seketika muntah-muntah,” ujarnya.

Angwar juga memastikan bahwa susu kedelai itu bukan produksi dapurnya. Tak hanya itu, hal yang lebih janggal lagi, minuman tersebut masuk tanpa adanya konfirmasi seperti yang biasa diwajibkan.

“Setiap pembelian harusnya lewat konfirmasi. Tapi yang ini, tiba-tiba sudah masuk ke dapur,” tegasnya.

SPPG Al Hidayah 3 selama ini memasok makanan untuk 59 sekolah dengan total 3.400 siswa dari jenjang TK hingga SMA.

Reputasi itu bahkan membuat beberapa sekolah menolak dipindah ke dapur lain saat ada kebijakan pemerataan, saking puasnya dengan kualitas layanan mereka.

“Selama ini kami tidak pernah ada masalah. Semua berjalan rapi. Makanya munculnya produk dari luar tanpa sepengetahuan kami sangat disayangkan,” imbuhnya.

Begitu laporan masuk, Angwar langsung turun. Ia mengaku bertahan di dapur untuk memantau pergerakan dan memastikan tidak ada produk lain yang terkontaminasi.

Ia juga mengecek kondisi korban dari rumah ke rumah.

“Alhamdulillah semua siswa sudah membaik. Ada yang sudah masuk sekolah lagi, meski beberapa diliburkan oleh gurunya,” ujarnya.

Yang menarik, para orang tua justru tidak menyalahkan dapur SPPG.

Mereka memahami bahwa susu kedelai tersebut bukan bagian dari menu resmi MBG, melainkan produk luar dari salah satu UMKM lokal.

Sebagai tindak lanjut, Angwar menegaskan bahwa SPPG akan memperketat pengawasan agar tidak ada lagi produk luar yang masuk sembarangan.

“Kami akan tingkatkan kewaspadaan agar tidak ada lagi celah produk asing masuk tanpa prosedur,” pungkasnya. (ham/bud)

Editor : M. Ainul Budi
#SPPG #Mbg #keracunan #Bondowoso